Kasus Covid-19 di Gunungkidul Melonjak, RT Zona Merah Berpotensi Bertambah

Ilustrasi. - Freepik
18 Juni 2021 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Peta zonasi RT zona merah corona di Gunungkidul berpotensi pertambah. Hal ini tak lepas adanya lonjakan penularan virus corona di atas 100 kasus per hari selama rentang waktu satu minggu terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, berdasaran peta zonasi corona, ada tiga RT yang masuk zona merah, dua berada di Kapanewon Playen dan satu di Kapanewon Panggang. Adapun RT zona orange ada tujuh lokasi dan zona kuning sebanyak 228 RT.

“Total ada 6.854 RT. Yang masuk zona hijau ada 6.616 RT,” kata Dewi, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 DIY Naik Terus, Sultan: Satu-satunya Cara Ya Lockdown

Ia menjelaskan, potensi RT yang masuk zona merah masih bisa bertambah. Hal ini dikarenakan, lonjakan kasus penularan yang di atas 100 warga tertular per hari di minggu ini belum masuk dalam pendataan. “Senin [minggu depan] baru akan terlihat karena pembaharuan data dilakukan setiap seminggu sekali. Jadi, angka penularan sekarang baru terlihat dalam peta zonasi di minggu depan,” ungkapnya.

Ditambahkan Dewi, angka penularan di Gunungkidul belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Dampak dari lonjakan ini, jumlah klaster penularan bertambah dari tujuh menjadi sebelas klaster. “Sebelas klaster ini masih bersifat aktif karena upaya tracing terus dilakukan sehingga potensi adanya warga terpapar masih bisa bertambah,” katanya.

Adanya peningkatan kasus corona ini berdampak terhadap ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit, salah satunya di RSUD Wonosari sudah mulai penuh. Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mengatakan sejak dua minggu terakhir ruangan ICU yang berjumlah 4 tempat tidur selalu penuh.

Baca juga: Ketua DPRD Bantul Positif Covid-19

Selain itu 44 tempat tidur, terdiri dari satu tempat tidur untuk ibu bersalin, dua tempat tidur untuk bayi jika ibunya suspek atau terkonfirmasi positif dan 41 tempat tidur dewasa dan anak untuk pasien terkonfirmasi Positif dan suspek juga hampir penuh. “Sekarang tingal satu tempat tidur untuk pasien confirm, dan dua tempat tidur untuk pasien suspek,” kata Heru.

Dia menjelaskan berdasarkan laporan di DIY, kondisi ruang perawatan yang hampir penuh juga terjadi di rumah sakit lainnya. Menurut dia, selama ini yang dirawat di rumah sakit hanya dengan gejala sedang, berat, dan kritis. Untuk warga positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala melakukan isolasi mandiri. “Kami siapkan opsi untuk menambah ruang perawatan,” katanya.