Kapasitas Bed RS untuk Pasien Covid-19 di Kota Jogja Mengkhawatirkan

Foto ilustrasi. - Reuters
19 Juni 2021 23:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Bed Occupancy Rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di Kota Jogja untuk kamar ICU sudah mencapai 85% terpakai, sedangkan ruang isolasi terisi 69% dan selter terpakai 84%. Saat ini sedang dilakukan perbaikan 12 kamar selter agar bisa dimanfaatkan.

“Ini masih mencukupi, tetapi mengkhawatirkan juga,” ucapnya, Sabtu (19/6/2021).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, kata Heroe, karena sebagai Ibu Kota Provinsi terdapat banyak rumah sakit sehingga menjadi pusat rujukan di daerah lain, maka harus menanggung lonjakan dari wilayah atau daerah lain. “Kota Jogja ada delapan rumah sakit yang menjadi rawat inap bagi pasien Covid-19,” katanya.

Heroe mengimbau kepada masyarakat di Kota Jogja agar membatasi mobilitasnya, jika terpaksa harus bepergian harus melengkapi diri dengan surat kesehatan. Sebaliknya upaya menjaga prokes dan pengurangan pergerakan yang dilakukan warga Kota Jogja juga bisa dijalankan pula oleh para wisatawan atau pekerja yang masuk di Kota Jogja.

BACA JUGA: Kenali Gejala Covid-19 pada Orang yang Sudah Disuntik Vaksin

“Kami membuka siapa pun bisa datang ke Jogja, selama sehat disertai surat sehat dan menjalankan prokes Covid 19,” ujarnya.

Heroe menyatakan semua pihak perlu menjadikan pengalaman saat penanganan di tahun lalu, sejak Agustus sampai Desember 2020 dan Januari 2021. Saat itu dilakukan secara ketat terhadap penerapan prokes, maka kasus landai dan kesehatan terjaga. Tetapi menurutnya ekonomi sedikit tertahan.

Tetapi ketika aktivitas masyarakat dibuka secara pelan, ekonomi perlahan meningkat dan diikuti dengan kasus infeksinya meningkat pula. Kemudian kembali di rem sejak awal 2021 dan kasus melandai.

“Tetapi saat ini, ketika aktivitas sudah meningkat, otomatis ekonomi juga meningkat, makanya harus kita jaga agar kasus infeksinya tidak ikut naik. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kita semua menjalankan prokes dengan tertib dan sungguh-sungguh. Sebab kalau kasus meningkat lagi, maka rem akan di lepas. Ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

“Kita harus menyelesaikan. Kita harus menghentikan. Ya kebangkitan dan pemulihan ekonomi hanya akan terjadi jika semua pihak terlibat aktif dan sungguh menjalankan prokes dengan benar,” katanya lagi.