Akses Masuk ke Pantai di Bantul Ditutup Aparat, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik

TPR Induk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. - Harian Jogja/Arief Junianto
19 Juni 2021 18:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ratusan kendaraan yang hendak menuju ke sejumlah objek wisata di Bantul, Sabtu (19/6/2021) terpaksa putar balik.

Hal ini menyusul keputusan penutupan tempat wisata yang dikelola Pemkab Bantul, setiap Sabtu dan Minggu selama 15 hingga 28 Juni 2021.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Yulius Suharta mengatakan ratusan kendaraan
yang diputarbalikkan meliputi kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4.

Selain itu ada bus pariwisata dan biro perjalanan. Kendaraan yang diminta putar balik rata-rata kendaaran berasal dari luar Bantul dan DIY.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Catat Rekor Orang Pertama di Dunia dengan 300 Juta Follower Instagram

"Ada yang dari Malang, Madiun Semarang dan Temanggung. Yang jelas kebanyakan dari luar DIY. Kami arahkan mereka untuk mengunjungi tempat wisata lain dan sejauh ini mereka mengikuti arahan kami," kata Yulius, Sabtu (19/6/2021).

Yulius mengungkapkan, untuk menertibkan dan memastikan tidak ada pengunjung nekat ke objek wisata pada saat pemberlakuan Instruksi Bupat Bantul No.15/instr/2021 tentang perpanjangan kesembilan pemberlakuan PPKM Mikro di Bantul, Satpol PP bersama TNI, Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penjagaan di 3 pintu tempat pemungutan retribusi (TPR).

Terdiri dari untuk TPR Parangtritis ada 20 orang per shif TPR Samas 10 orang per shif dan TPR Pandansimo 5 orang per shif. Adapun jumlah sif yang diberlakukan adalah dua sif per TPR.

"Untuk shif pertama dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang, dan shif kedua jam 1 siang sampai jam 6 sore," jelasnya.

Sementara dari tiga titik penyekatan, lanjut Yulius TPR Parangtritis yang paling banyak dikunjungi wisatawan. "Untuk itu kami minta putar balik," ucap Yulius.

Yulius mengungkapkan, penjagaan dan penyekatan sengaja dilakukan hanya sampai pukul 18.00 WIB, dengan memertimbangkan kemungkinan jumlah pengunjung. Sebab, pada malam hari, sangat sedikit wisatawan yang mendatangi objek wisata, utamanya pantai.

"Selain itu, objek wisata utamanya pantai kan hanya buka sampai jam 6 sore," ucap Yulius.