Gawat! Banyak Antrean Pasien Covid-19 di Rumah Sakit di DIY

Ilustrasi. - Freepik
20 Juni 2021 19:12 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mengklaim sudah menambah kapasitas tempat tidur khusus pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Namun, sejumlah rumah sakit penuh, bahkan masih terjadi antrean pasien Covid-19.

Kepala Bagian Humas dan Marketing Rumah Sakit Bethesda Jogja Adhiyanto Priambodo mengatakan jumlah tempat tidur khusus Covid-19 di Bethesda sebanyak 39 khusus dewasa, sementara di ruang isolasi anak sebanyak 14 tempat tidur. Semuanya sudah penuh, bahkan terjadi antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

BACA JUGA: Terus Meroket, Kasus Covid-19 DIY Catat Rekor Baru 665 dalam Sehari

Update data tadi sampai pukul 10.00 WIB [Minggu, 20 Juni 2021] masih ada 11 pasien di IGD zona merah atau Covid-19 yang belum bisa masuk ruangan isolasi,” kata Adhiyanto, Minggu (20/6/2021).

Humas PKU Muhammadiyah Jogja, Eka Budy Santoso, mengatakan total bed non-critical sebanyak 22 dan bed critical sebanyak 10. Semuanya penuh sampai Minggu (20/6/202+) pagi, bahkan terjadi antrean.

“Iya antrean banyak banget penuh, yang datang dirujuk ke beberapa rumah sakit,” kata Eka.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan sudah ada penambahan tempat tidur khusus pasien terutama di dua rumah sakit, yakni RSUP Dr Sardjito dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito, dan beberapa rumah sakit dari sekitar 900 tempat tidur menjadi 1.124 tempat tidur.

Berdasarkan data Pemda DIY per Sabtu (19/6/20×1) penggunaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 untuk bed critical sebanyak 140 bed. Dari jumlah tersebut yang digunakan sebanyak 87 bed, sehingga masih tersisa sebanyak 53 tempat tidur atau 62,14%.

Sementara tempat tidur non-critical sebanyak 1.084. Dari jumlah tersebut yang digunakan sebanyak 714 tempat tidur, sehingga masih tersedia 370 tempat tidur atau 65,44%. Bed Occupancy Rate (BOR) critical dan non-critical sebanyak 65,44%.  

Selain menambah tempat tidur, kata Baskara Aji, juga ada penambahan tenaga kesehatan (nakes) khusus pasien Covid-19, berupa alih tugas dari nakes yang tadinya bertugas di ruang non-Covid-19 ke ruang khusus Covid-19.

“Kemungkinan kemarin kan ada penurunan Covid-19. Pernah tinggi terus menurun yang dulu nakes dipindahkan [di ruang khusus Covid-19] ke reguler dikembalikan lagi ke [ruang] Covid-19,” kata Baskara Aji.