SAPA ARUH: Sultan Sampaikan 4 Pesan Penting untuk Bupati & Wali Kota, Salah Satunya Karantina Lokal

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
22 Juni 2021 18:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan empat pesan penting untuk bupati dan wali kota di seluruh DIY dalam merespons tingginya angka Covid-19. Pesan itu disampaikan dalam Sapa Aruh pada Selasa (22/6/2021).

Adapun empat pesan tersebut antara lain, pertama kabupaten dan kota segera melakukan reinisiasi Jaga Warga, kedua, mengendalikan mobilitas warga, ketiga, mengaktifkan selter dan keempat melakukan karantina wilayah di skala lokal.

“Kepada pemerintah kabupaten dan kota se-DIY, saya tekankan, urgensi memberlakukan kebijakan PPKM Mikro secara ketat dan terpadu sudah tak bisa ditunda lagi. Segera lakukan re-inisiasi gerakan Jogo Wargo, kendalikan mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru,” ucap Sultan.

“Mengaktifkan fasilitas selter komunal berbasis gotong royong di tingkat desa/kalurahan. Karantina wilayah dalam skala lokal setingkat RT dan padukuhan yang berstatus zona merah dengan pendampingan dari instansi terkait,” katanya lagi.

HB X mengatakan posisi masyarakat menjadi paling utama dalam mencegah meluasnya pandemi. Sebaik dan sekuat apa pun regulasi yang diterbitkan pemerintah akan tidak berarti jika diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh masyarakat. Harus diakui dan disadari, kata Sultan, bahwa kelengahan sedikit saja dapat memperparah keadaan pandemi.

BACA JUGA: Hakim Positif Covid-19, PN Jakarta Pusat Hentikan Sementara Persidangan

Namun Sultan yakin gotong royong dan solidaritas masyarakat DIY akan menjadi kekuatan. Maka pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama-sama sesuai kearifan lokal masing-masing untuk menangani pandemi ini. Sultan mengajak masyarakat untuk tinggal di rumah dan menjadi rumah sebagai tempat meraih pahala.

“Stay at home, tetap tinggal di rumah, menjadi pilihan terbaik saat ini. Marilah kita jadikan rumah sebagai tempat meraup pahala dalam beribadah, tempat bekerja dalam mengabdi, tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak kita. Jika memang demikian, Insha Allah, kita dijauhkan dari malapetaka, dalam kondisi wiljeng nir sambekala,” katanya.