Progres Tol Jogja-Solo Tembus 85 Persen, Ruas Sleman Segera Tersambung
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Tingginya kasus Covid-19 di Kapanewon Banguntapan dituding karena adanya pelaku perjalanan.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo melakukan koordinasi dan evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor Kapanewon Banguntapan. Joko berusaha menggali penyebab terjadinya tingginya kasus di Banguntapan dan mendata tempat-tempat mana saja yang sering terjadi kerumunan. "Kami melihat Pak Panewu dan teman-teman lurah telah melakukan upaya edukasi. Baik secara administrasi maupun turun ke masyarakat," ujarnya pada Senin (21/6/2021)
"Tetapi nampaknya memang di Banguntapan ini ada beberapa klaster yang muncul yaitu klaster perjalanan dan itu mengakibatkan fluktuasi, kadang turun dan naik. Dan hari ini angka covidnya memang agak besar," tambahnya.
Merujuk data terakhir pada Minggu (20/6/2021) Banguntapan menempati posisi paling banyak di perolehan jumlah kasus se-Kabupaten Bantul. Sampai saat ini tercatat secara akumulatif ada 2.762 kasus di Kapanewon Banguntapan.
BACA JUGA: Jogja Batal Lockdown, Sri Sultan HB X: Saya Enggak Kuat Ngragati
"Kita sudah bersepakat dengan Lurah di Banguntapan, untuk Satgas Padukuhan dan Satgas RT lebih kita optimalkan. Untuk bagaimana mereka ikut terlibat secara langsung dalam penegakan Inbup terkait PPKM mikro termasuk juga dengan penegakan prokes," tegasnya.
Panewu Banguntapan, Fauzan Muarifin mengakui memang banyak kasus di Banguntapan yang disebabkan oleh pelaku perjalanan. "Pelaku perjalanan dari luar kota kemudian menularkan kepada keluarga dan tetangga sekitarnya sebagai kontak erat," ujarnya.
"Jadi sekarang ini prokes pelaku perjalanan isolasi mandiri 14 hari itu sekarang mulai diabaikan karena sekarang pelaku perjalanan mobilitasnya sangat tinggi, sehingga untuk pengawasan juga makin susah. Dibutuhkan kesadaran masing-masing di samping pelaku perjalanan merasa tidak ada gejala," imbuhnya.
Diceritakan Fauzan, banyak sekali warga yang ketahuan positif ketika hendak berangkat kembali ke perantauan. "Misalnya dia dari Kalimantan pulang ke Banguntapan. Ketika mau balik ke Kalimantan itu ketahuan saat swab, di situ. Ketika mau kembali justru ketahuan. Padahal selama di rumah kan sudah berinteraksi," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.
Jadwal DAMRI Jogja–YIA 2026 lengkap. Tarif Rp80.000, rute strategis, solusi praktis ke bandara tanpa ribet.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.