Penularan Covid-19 DIY Masih Tinggi, Sehari 783 Warga Positif

Ilustrasi - Freepik
25 Juni 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY mengungkapkan penambahan kasus terkonfirmasi positif per 25 Juni 2021 sebanyak 783, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  56.246.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak dari masih didominasi Sleman dan Bantul masing masing 299 kasus di Sleman dan 203 kasus di Bantul, kemudian disusul Jogja 116 kasus, Gunungkidul 95 kasus, dan Kulonprogo 70 kasus. Penambahan ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 3.060 sampel. Sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 335.405 sampel.

Adapun jumlah orang yang diperiksa sebanyak 309.546, termasuk 3.056 orang selama 24 jam. 

“Penambahan kasus positif Covid-19 ini berdasarkan periksa mandiri 154 kasus, tracing kontak kasus positif 592 kasus, screening karyawan kesehatan lima kasus, perjalanan luar daerah dua kasus, dan belum ada info [belum diketahui riwayatnya] 30 kasus,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol, Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Jumat (25/6/2021).

Ditya juga menyampaikan pada hari yang sama terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 16 orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.438 kasus. Kasus meninggal dunia karena Covid-19 ini terbanyak dari Bantul delapan orang, kemudian Gunungkidul lima orang dan Sleman tiga orang.

Sementara penambahan pasien sembuh sebanyak 277 kasus, sehingga total sembuh menjadi 46.921 kasus. Distribusi penambahan kasus sembuh dari Jogja 36 kasus, Bantul 121 kasus, Kulonprogo 29 kasus, Gunungkidul 30 kasus, dan Sleman 61 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan sejak sepekan terakhir angka kasus Covid-19 di DIY cenderung meningkat dan berada di atas angka 600 kasus harian. Kenaikan kasus tersebut berdasarkan hasil tracing kontak di klaster, seperti klaster perkantoran, klaster sosial, dan tempat wisata.

“Tapi yang dominan itu klaster sosial di masyarakat, antara lain hajatan, layatan itu masih mendominasi terjadinya peningkatan kasus,” kata Pembajun.

Menurut dia kondisi Covid-19 saat ini sama seperti penanganan awal pandemi saat muncul di DIY pada Maret 2020 lalu sehingga pihaknya harus mempersiapkan berbagai skenario, di antaranya penambahan tempat tidur dan mengatur manajemen SDM tenaga kesehatan.

Pembajun mengatakan sudah menambah tempat tidur dari sebelumnya sekitar 900-an tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 1.0145 untuk tempat tidur noncritical. Saat ini tempat tidur non-critical terisi sebanyak 884 tempat tidur atau sudah di atas 70%. Sementara tempat tidur critical dari yang tersedia 140 terisi 92.