Sampel Covid-19 Melonjak, Laboratorium di Kulonprogo Kewalahan

Ilustrasi. - Freepik
25 Juni 2021 13:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Meningkatnya jumlah spesimen Covid-19 dari wilayah kabupaten Kulonprogo membuat Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan. Dari 100 uji sampel yang biasanya dilakukan, kini angkanya melonjak hingga 250 sampel Covid-19 dalam satu hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan angka tersebut memang sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 di kabupaten Kulonprogo.

"Bahkan, kemarin Kamis (24/6/2021) terdapat 669 sampel yang belum diperiksa. Sampel tersebut merupakan akumulasi hasil penelusuran kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kulonprogo sejak dua hari terakhir atau Selasa (22/6/2021)," kata Baning pada Jumat (25/6/2021).

Berdasarkan catatan dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, dalam satu hari balai yang bertugas selaku laboratorium pengujian spesimen Covid-19 di Kulonprogo hanya mampu menguji sebanyak 100 sampel.

BACA JUGA: 11 Jurnalis DIY Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Itu (100) rata-rata kalau peningkatan kasus normal ya, tapi saat ini rata-rata sampel yang masuk itu bisa 250, karena memang kasusnya banyak," kata Baning.

Guna membantu kerja dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo telah meminta bantuan kepada Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) di Jogja.

"Dalam rangka membantu proses pengujian sampel khusus untuk kasus Covid-19 dari Kulonprogo. Sekaligus untuk meringankan beban BBVet Wates. Serta, mempercepat keluarnya hasil pemeriksaan sampel," kata Baning.

Dengan adanya bantuan dari BLKK Jogja, uji spesimen dari kasus positif Covid-19 di kabupaten Kulopprogo mampu dilakukan sebanyak 250 sampel.

"Sehingga, per hari pengujian sampel khusus untuk Kulonrogo bisa terpenuhi sebanyak 250 sampel. Kami sudah minta bantuan BLKK, mereka menyanggupi 150 pengujian sehari, kata Baning.

Sementara itu, Gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo memutuskan untuk melakukan pengetatan terhadap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Upaya tersebut diambil seiring dengan peningkatan kasus positif Covid-19 di bumi binangun.

Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan pembangunan posko Covid-19 kabupaten juga akan dibangun di badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Kulonprogo.

"Iya, kami akan bikin posko kabupaten terpadu di BPBD Kabupaten Kulunprogo," kata Fajar.

Pembangunan posko Covid-19 di BPBD kabupaten Kulonprogo seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di kabupaten Kulonprogo. Selain itu, upaya pengetatan PPKM mikro di tiap kalurahan juga akan diambil oleh gugus tugas.

"Kami akan kembali memperketat PPKM mikro. Gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo juga akan membatasi izin keramaian, yang sekiranya tidak terlalu urgent tidak diizinkan," kata Fajar.