Atasi Kelangkaan, Bantul Bangun Instalasi Produksi Oksigen

Asep, 50, menjaga agen oksigen yang berlokasi di Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja pada Kamis (24/6/2021) sore. Kelangkaan oksigen sejak Senin (21/6/2021) lalu ini membuatnya harus mencari stok oksigen hingga luar kota. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
27 Juni 2021 06:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul berencana membangun instalasi produksi oksigen di RSUD Panembahan Senopati (RSPS).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan untuk mengatasi kekhawatiran akan menipisnya ketersediaan oksigen di rumah sakit rujukan Covid-19, pihaknya membangun instalasi produksi oksigen di RSPS. Rumah sakit rujukan Covid-19 diharapkan nantinya tidak lagi bergantung pada pihak ketiga untuk ketersediaan oksigen.

"Yang jelas kami tidak ingin ada ketergantungan dengan pihak ketiga. Apalagi hari ini banyak kabupaten dan kota rebutan oksigen. Karenanya kami mengambil keputusan akan membangun instalasi produksi oksigen sendiri," kata Halim, Sabtu (26/6/2021).

Halim yakin jika satu bulan lagi instalasi itu mampu beroperasi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSPS Bantul Agus Tri Widiyantara menyambut baik terkait pembuatan instalasi produksi oksigen. Apalagi, beberapa waktu belakangan, kebutuhan oksigen meningkat signifikan.

"Pada hari biasanya kebutuhan oksigen adalah 650 liter, sekarang sekitar 1.000 liter per hari. Untuk pasokan sejauh ini sudah mulai tersendat," kata dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 membuat persediaan oksigen di rumah sakit rujukan di Bantul menipis. Bahkan, selama menunggu pasokan oksigen dari distributor, pihak rumah sakit mengandalkan agen-agen kecil.