Industri Pariwisata DIY Kembali Lesu

Suasana Malioboro yang ditutup untuk kendaraan bermotor setelah pukul 19.00 WIB pada masa PTKM, Sabtu (23/1/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid\\r\\n
28 Juni 2021 18:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Sektor pariwisata di DIY kembali lesu, setelah diberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Penurunan pasti terjadi [saat diberlakukan PPKM Mikro], terbukti dengan banyaknya cancel reservation yang tadinya sudah confirm,” ucap Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Ajie, Senin (28/6/2021).

Meningkatnya kasus Covid-19 yang terjadi tidak hanya di DIY, beberapa hari terakhir juga membuat rencana travel corridor menjadi terganggu. “Dampak ke travel corridor pasti terjadi karena salah satu syarat travel corridor adalah destinasi yang digunakan harus zona hijau. Meskipun tiga hari lalu perjanjian kerja sama sudah ditandatangani semua Pemda anggota MPU [Mitra Praja Utama],” ujarnya.

Baca juga: Tidak Semua Pasien Covid-19 Harus Opname, Ini Cara Penanganan Sesuai Gejalanya

Terkait progres saat ini juga tengah dilakukan sinkronisasi antara produk dengan sistem di Visiting Jogja. Untuk target diawal masih menyasar ASN di masing-masing anggota MPU. “Harapannya masing-masing kepala daerah benar-benar berjuang dan implementasi SOP di lapangan dengan ketat dan disiplin agar grafik pandemi ini bisa ditekan kembali dan pariwisata bisa kembali digerakkan,” ucapnya.

Selain itu Bobby berharap kesadaran seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk benar-benar menyadari bahwa tanggung jawab penanganan pandemi Covid-19 ini tidak hanya ada di pemerintah, tetapi industri dan masyarakat wajib bertanggung jawab dan menjadi supporting recovery kesehatan dan ekonomi.

“Kami berharap segera terbentuk wadah komunikasi Pemda DIY dengan industri agar kebijakan-kebijakan dan regulasi yang berubah-berubah bisa lebih efektif terkomunikasikan dengan baik dengan pelaku industri,” ucapnya.

Sebelumnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono mengatakan rencana program travel corridor bagus untuk menggerakan ekonomi. Namun, perlu konsistensi antar daerah untuk saling mendukung. “Perlu komitmen saling mendukung dan konsisten menerapkan protokol kesehatan,” ujar Miyono.