Buntut Rewang Hajatan di Bantul, 70 Warga Positif Corona

Ilustrasi. - Freepik
28 Juni 2021 13:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 70 warga di Kalurahan Srigading, Sanden, Bantul dinyatakan positif Covid-19. Hal ini menyusul keluarnya hasil swab PCR terhadap 95 warga usai kontak dengan salah satu warga yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19.

Warga yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19 tersebut sempat membantu saudaranya yang akan menjalankan hajatan pernikahan.

Lurah Srigading, Sanden, Prabawa Suganda mengatakan dari hasil swab massal yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu ada 70 warga dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, ada 20 20 warga lainnya, Senin (28/6/2021) menjalani swab PCR dan masih ditunggu hasilnya.

“Hari ini ada 20 yang menjalani swab. Hasilnya masih kami tunggu. Untuk yang swab massal kemarin, dari 95 yang menjalani, 70 orang positif,” kata Bowo-panggilan akrab Prabawa Suganda, Senin (28/6/2021).

BACA JUGA: Singapura Anggap Covid-19 sebagai Flu Biasa, Ini Langkah yang Dilakukan..

Menurut Bowo, saat ini 70 orang yang dinyatakan positif saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, Pemerintah Kalurahan bersama dengan satgas Covid-19 di tingkat kalurahan melakukan pengawasan ekstra ketat, agar mereka benar-benar menjalani isolasi mandiri.

“Kami lakukan pengawasan ketat. Kami juga tengah berusaha mendirikan selter tambahan. Kemarin sebenarnya sudah ada selter, dari kapasitas 9 orang, sudah terisi 7 orang. Untuk selter tambahan di salah satu SMK ini mampu menampung 40-an orang nantinya,” jelas Bowo.

Mengenai pelaksanaan hajatan sendiri, Bowo memastikan telah dilakukan dengan protokol kesehatan ekstra ketat. “Orangnya juga kooperatif. Dan sudah berlangsung,” ucap Bowo.

Sementara hingga Minggu (27/6/2021), ada tambahan sebanyak 432 pasien positif Covid-19 di Bantul. Tambahan kasus baru tersebut dari Kecamatan Bantul 56 orang, Jetis 55 orang, Sewon juga 55 orang, kemudian Kasihan 50 orang, dan Pandak 46 orang, serta Banguntapan 42 orang. Selanjutnya Imogiri 25 orang, Piyungan 21 orang, Bambanglipuro 15 orang, Sanden 14 orang, Kretek 14 orang, serta dari Sedayu 10 orang, Dlingo sembilan orang, Pleret tujuh orang, sisanya dari Pundong lima orang, Srandakan empat orang dan Pajangan empat orang.