Ada Foto Pengumuman IGD Penuh, Begini Jawaban Direktur RSUD Sleman...

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman. - Harian Jogja
28 Juni 2021 01:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Direktur RSUD Sleman Cahya Purnama akhirnya angkat bicara terkait beredarnya foto pengumuman IGD RSUD Sleman yang ditutup untuk menerima pasien Covid-19. 
Kepada Harian Jogja, mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman ini mengutarakan beberapa hari ini setelah kasus Covid-19 mengalami peningkatan rumah sakit pelat merah itu sedang menyiapkan satu bangsal (Bangsal Kenanga) untuk menambah bed pasien Covid-19. 
Penutupan sementara itu dilakukan lebih pada masalah penataan pasien Covid-19 dan kemampuan SDM yang ada. Pada akhirnya, managemen pun menerapkan opsi tutup buka untuk layanan IGD.
"Untuk IGD yang buka tutup adalah IGD untuk penyakit infeksi pernafasan. Seperti Covid tersebut sedangkan untuk IGD yang non covid yang untuk trauma seperti kecelakaan lalulintas kami masih tetap bisa menerima," kata Cahya, Minggu (27/6/2021).
Ia menjelaskan, saat ini RSUD Sleman sedang menyiapkan Bangsal Kenanga untuk ruang isolasi Covid-19. Kebijakan tutup buka IGD itu diambil, lanjut Cahya, karena RSUD mengalami keterbatasan SDM dan persediaan oksigen. "Tapi karena RSUD punya fungsi sosial, maka kami harus tetap upayakan [membuka layanan]," ujar Cahya.
Disinggung soal ketersediaan oksigen, Cahya mengakui jika persediaannya sempat terbatas. Hanya saja saat ini kondisi persediaan oksigen sudah aman. "Untuk oksigen memang sebelumnya terbatas, tapi alhamdulillah kami masih bisa mengupayakan tiap harinya. Hari ini dapat pasokan O2 dari Samator. Jadi O2 masih bisa dipenuhi kebutuhannya," kata Cahya.
Untuk menangani masalah keterbatasan tenaga kesehatan yang melayani Covid-19, lanjutnya,  managemen melakukan redistribusi tenaga antar bangsal dan poli. "Yang muda yang kami prioritaskan untuk menjaga di bangsal Covid. Utk ketersediaan nakes di RSUD saat ini alhamdulillah masih mencukupi," tandasnya.
BOR 95%
Disinggung soal keterisian tempat tidur pasien Covid-19, Cahya mengatakan, saat ini dari 39 tempat tidur jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 37 orang atau tersisa dua bed saja. Jadi, kata Cahya, BOR (tingkat keterisian tempat tidur) di RS tersebut saat ini mencapai 95%. 
Untuk menyiasati ketersediaan dan kebutuhan bed pasien Covid-19, RSUD Sleman pun mengeluarkan kebijakan. "Bagi pasien di bangsal isolasi kalau sudah membaik segera kami minta melalukan isolasi mandiri di rumah atau dilanjutkan isolasi di selter. Dengan begitu, ruangan bisa kami pergunakan lagi untuk pasien ya g bergejala sedang hingga berat," katanya. 
Cahya berharap, masyarakat tidak perlu cemas atau khawatir tidak dapat pelayanan dari RSUD Sleman. Managemen tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan kebijakan yang sudah disiapkan sesuai kondisi saat ini. "Tolong dibantu untuk menjelaskan ke masyarakat njih, agar masyarakat tidak semakin resah dengan kondisi sekarang ini. Nanti bisa menurunkan imun," kata Cahya. 
Sebelumnya, RSUD Sleman sempat mengeluarkan pengumuman IGD RS tersebut tidak melayani pasien Covid-19 lantaran kondisi IGD yang penuh dengan pasien. Terkait adanya penumpukan pasien di IGD, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo membenarkan. 
Hanya saja, Joko menilai pengumuman yang hanya ditempel di papan parkir termasuk kontrovesial. "Klarifikasi saya memang bangsal covid di RSUD Sleman penuh termasuk IGD nya. Sama seperti RS lain di DIY. Hanya pengumuman itu memang yang kontroversial. Semoga mulai hari ini sudah dilepas," ujar Joko.