DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Sejumlah relawan memasukan cairan disinfektan ke dalam tabung penyemprotan. Warga di Dusun Nglorog, Kedungpoh kembali melakukan penyemprotan disinfektas secara massal dalam rangka mengurangi risiko penularan virus corona. Minggu (27/6)/istimewa-Kepala Dusun Nglorog, Kuncoro
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Nglorog, Kedungpoh, Nglipar kembali melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Penyemprotan ini mengulang kegiatan yang sama setahun lalu pada saat awal-awal virus corona masuk ke Gunungkidul.
Kepala Dusun Nglorok, Kuncoro mengatakan, seiring melonjakan kasus corona di Gunungkidul, juga terjadi di Kalurahan Kedungpoh. Ia berdalih dari sepuluh dusun yang ada, hanya dua dusun yang dinyatakan sebagai zona hijau corona. “Salah satunya di Dusun Nglorog,” kata Kuncoro kepada Harianjogja.com, Minggu (27/6/2021).
Status zona hijau ini akan coba dipertahankan. Salah satunya dengan langkah menggerakkan kembali penyemprotan massal ke rumah-rumah wargga. Menurut dia, kegiatan yang sama pernah dilakukan satu tahun yang lalu pada saat awal-awal virus corona mewabah.
“Sempat dihentikan, tapi berhubung kasus kembali melonjak dan kami berusaha mempertahankan zona hijau di Nglorog maka penyemprotan angsung digalakkan,” ungkapnya.
Kuncoro menjelaskan, untuk upaya sterilisasi lingkungan menerjunkan 15 orang relawan yang berasal dari warga. Selain menyasar fasilitas umum seperti balai dusun dan tempat ibadah, penyemprotan juga dilakukan ke rumah-rumah warga. “Di Nglorog ada empat RT, seluruh rumah kami lakukan penyemprotan,” katanya.
Baca juga: Nakes Bertumbangan, Dokter Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat
Disinggung mengenai kebijakan penutupan jalan keluar masuk dusun, Kuncoro mengaku tidak akan melakukan lagi. Dia berdalih sudah ada PPKM Mikro dari Pemerintah sehingga kebijakan tersebut yang dijadikan acuan. “Jadi kami tidak akan menutup jalan lagi. Mudah-mudahan dengan penyemprotan ini, wilayah kami bisa bebas dari paparan virus corona,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, laju penularan virus corona belum menunjukan tanda-tanda berhenti. Pasalnya, jumlah kasus terus bertambah bahkan pada Sabtu (26/6) kembali membukukan rekor tertinggi dalam sehari dengan total 253 orang.
Ia berharap kepada masyarakat untuk terus mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, cara ini merupakan sarana efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Harus disiplin dan tidak boleh bosan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kalau sampai abai maka potensi tertular jadi semakin besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.