Objek Wisata Buka Akhir Pekan, Pedagang Diminta Jangan Kulakan Terlalu Banyak

Tamu menikmati sajian kuliner di Rumah Makan Pondok Ingkung, Pantai Depok, Bantul. Foto diambil sebelum pandemi - IST/Rumah Makan Pondok Ingkung
30 Juni 2021 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul meminta kepada para pedagang dan pelaku wisata di Bumi Projotamansari, untuk tidak menyetok barang dagangan cukup banyak, meski mulai akhir pekan ini, objek wisata di Bantul sudah diperbolehkan beroperasional kembali.

Sebab, dalam beberapa hari menjelang akhir pekan, kemungkinan akan ada kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah menyusul kian tingginya angka penularan Covid-19.

“Kami sampaikan ke teman-teman pedagang dan pelaku wisata, jangan kulakan dagangan banyak-banyak dulu. Bisa saja, satu dua hari ini ada kebijakan baru yang berdampak kepada dunia pariwisata,” kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Rabu (30/6/2021).

Menurut Kwintarto, meski telah ada Instruksi Bupati Bantul No.16/Instr/2021 yang menyatakan jika objek wisata di akhir pekan di Bantul kembali dibuka, namun bukan berarti pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (3/7/2021) dan Minggu (4/7/2021), objek wisata tersebut benar-benar dibuka. Sebab, ada wacana jika mulai Sabtu (3/7/2021) diterapkan PPKM Darurat yang akan berdampak kepada dunia pariwisata.

“Jadi bisa saja di Inbup diperbolehkan, tapi nanti di Ingub tidak diperbolehkan. Jadi kami mohon teman-teman untuk lebih berhati-hati, kalau boleh asumsikan saja belum buka pada akhir pekan ini,” papar Kwintarto.

Baca juga: Dampak Klaster Hajatan di Srigading Bantul, Aktivitas Ratusan Warga Dibatasi

Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, meski telah mengeluarkan Instruksi Bupati Bantul No.16/Instr/2021 yang kembali memperbolehkan objek wisata di Bantul dibuka pada akhir pekan, namun kebijakan itu belum sepenuhnya bisa diterapkan.

Sebab, pembukaan objek wisata di Bantul akan dilakukan dengan dua indikator, yakni semua pedagang dan pelaku usaha telah divaksin. Selain itu, angka penularan Covid-19 mengalami penurunan.

“Kalau trennya naik, ya kita tidak mau ambil risiko. Kami juga akan pelajari lebih detail, terkait dengan instruksi gubernur DIY yang menyangkut kondisi wilayah di masing-masing daerah,” terang Halim.

Halim juga memastikan akan mematuhi aturan dari Gubernur DIY baik dalam Instruksi Gubernur maupun Peraturan Gubernur DIY terkait dengan kemungkinan penutupan objek wisata selama pelaksanaan PPKM Darurat.

“Iya [jika instruksi maupun peraturan Gubernur DIY meminta wisata tutup] pasti. Kita harus tunduk pada aturan di atas Perbup,” ucap Halim.