Meledak Lagi, Kasus Covid-19 DIY Bertambah 1.615 Kasus Dalam Sehari, 38 Orang Meninggal

Ilustrasi. - Freepik
04 Juli 2021 17:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Penularan kasus Covid-19 di DIY kembali meledak. Dalam Sehari pada 4 Juli terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 1.615 kasus, sehingga sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 65.249 kasus.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif terbanyak dari Bantul 422 kasus, kemudian disusul Gunungkidul 406 kasus, Jogja 383 kasus, Sleman 308 kasus, dan Kulonprogo 96 kasus. Penambahan kasus positif ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 5.966 sampel. Sementara orang yang diperiksa dalam 24 jam sebanyak 5.965 orang.

Total jumlah sampel yang diperiksa 367.251 sampel dan jumlah total orang diperiksa sebanyak 341.061 orang. Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan dari sisi riwayat sebagian besar penambahan kasus dari tracing kontak kasus positif Covid-19 sebanyak 1.319 kasus.

“Sementara periksa mandiri 254 kasus, screening karyawan kesehatan 11 kasus, perjalanan luar daerah 12 kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 19 kasus,” kata Ditya, Minggu (4/7/2021).

BACA JUGA: 33 Pasien Meninggal Akibat Kehabisan Oksigen di RSUP Dr Sardjito Tak Wajar, Ini Desakan Persi DIY 

Tidak hanya penambahan kasus positif yang tinggi, namun penambahan kasus meninggal dunia karena Covid-19 juga mencapai rekor dalam sehari pada 4 Juli 2021 sebanyak 38 kasus, sehingga total meninggal dunia menjadi 1.694 kasus. Penambahan kasus meninggal dunia terbanyak dari Sleman 19 orang, kemudian disusul Bantul 10 orang, Gunungkidul enam orang, dan Jogja tiga orang.

Sementara penambahan kasus sembuh sebanyak 524 kasus, sehingga total sembuh menjadi 50.199 kasus. Distribusi kasus sembuh dari Jogja 66 kasus, Bantul 168 kasus, Kulonprogo 21 kasus, Gunungkidul 55 kasus, dan Sleman 214 kasus.

Case recovery rate sebesar 76,93%. Sementara case fatality rate sebesar 2,60%. Adapun ketersediaan bed atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk non-critical semakin mengkhawatirkan, yakni 93,58% atau dari 1.231 tempat tidur telah digunakan sebanyak 1.152 tempat tidur. Sementara bed critical atau ICU 51,14% atau dari 140 tempat tidur terpakai 73 tempat tidur.