Bansos di Bantul Akan Dipercepat, Ini Kategori Warga yang Akan Diprioritaskan

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Novrian Arbi
05 Juli 2021 06:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul bakal mempercepat penyaluran bansos selama PPKM Mikro Darurat berlangsung. Dikarenakan jumlahnya yang terbatas, bansos bakal diprioritaskan warga yang benar-benar terdampak selama PPKM Mikro Darurat.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa pendataan sasaran bansos akan segera dilakukan. Anggaran yang terbatas membuat warga prioritas saja yang bakal menerima bansos. "Kita akan melalukan pendataan mana-mana yang paling berhak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini," tuturnya selepas rapat Forkompimda pada Jumat (2/7/2021) sore.

"Karena kemampuan kita juga sangat terbatas, baik APBN maupun APBD, maka kita akan memprioritaskan yang paling rentan. Mana itu, ini tugas Bappeda dan Dinsos yang akan memverifikasi dan memvalidasi data tentang penerima bantuan itu. Nanti insyaallah akan kita percepat," terangnya.

Baca juga: Meledak Lagi, Kasus Covid-19 DIY Bertambah 1.615 Kasus Dalam Sehari, 38 Orang Meninggal

Fakta anggaran yang terbatas membuat Halim berharap selama diberlakukan PPKM Mikro Darurat tidak terjadi perubahan ekonomi yang signifikan. "Tentu dalam waktu 17 hari ini mudah-mudahan dan kita berharap dampaknya tidak signifikan, dampak ekonominya," ujarnya.

"Bagi orang-orang tertentu saja yang memang menerima dampak negatif, dari adanya PPKM darurat ini lah yang menjadi prioritas pemerintah untuk memberikan bantuan. Kalau terdampak semunya pasti terdampak," imbuhnya.

Skema leveling atau derajat terdampak sasaran bakal dilakukan untuk memetakan sasaran penerima bansos yang benar-benar terdampak. "Tadi saya sampaikan ada derajat terdampak masyarakat kita itu. Maka kita akan memprioritaskan yang paling terdampak secara ekonomi. Semuanya terdampak, semuanya pasti terdampak, tetapi yang paling rentan ini lah yang menjadi prioritas kita memberikan BLT yang sangat terbatas," tegasnya.

Baca juga: Herbal dan Jamu untuk Pasien Covid-19, Ini Jenis dan Saran Dokter

Terbatasnya anggaran yang digelontorkan untuk BLT dikarenakan banyaknya dana yang digunakan untuk penanggulangan Covid-19. Situasi tersebut berbeda dengan alokasi dana saat awal pandemi tahun lalu. "Ingat BLT kita sangat terbatas. APBN dan APBD kita semuanya difokuskan kepada penanggulangan Covid-19," ujarnya.

"Termasuk kita kekurangan anggaran untuk menyediakan BLT, tidak seperti awal-awal dulu. Maka BLT yang lebih sedikit ini akan kita prioritaskan benar-benar kepada masyarakat yang paling terdampak. Sekali lagi ini perang, semuanya kena dan kita tidak tahu kapan ini berakhir. Karena angkanya setiap hari belum ada tren penurunan, terus kenaikan," tandasnya.