Demo Penolakan Perluasan TPST Piyungan Dibubarkan Polisi

Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Juli 2021 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Demonstrasi warga Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, yang menolak rencana perluasan TPST Piyungan, Senin (5/7/2021), dibubarkan oleh Polres Bantul. Pembubaran dilakukan menyusul adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan pembubaran dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan PPKM Darurat. Di mana, sesuai aturan, seluruh kegiatan aktivitas diperketat. “Baik ekonomi, sosial, keagamaan dan sektor lainnya, hingga 20 Juli mendatang,” kata Kapolres, Senin (5/7/2021).

Alhasil, warga pun memilih memasang spanduk penolakan perluasan TPST Piyungan di jalan masuk. Sobirin, wakil warga di Ngablak, Sitimulyo, Piyungan mengungkapkan ada 180 Kepala Keluarga menolak rencana perluasan TPST ke sisi barat. Alasannya, area tersebut merupakan ruang hijau.

Baca juga: Satgas Bubarkan Kerumunan Anak Muda di Lapangan Denggung

“Selain itu, sebagian wilayah itu juga menjadi lokasi sumber mata air bagi warga yang tinggal di perbukitan," jelasnya.

Sobirin sendiri tidak mempermasalahkan terkait dengan pembubaran demonstrasi yang dilakukan oleh Polres Bantul. Sebab, aspirasi warga telah disampaikan melalui spanduk.

“Ke depan kami akan tetap menutup TPST, jika permintaan kami  tidak ditanggapi,” jelas Sobirin.