Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sleman Masih Mampu Cukupi Kebutuhan Oksigen

Ilustrasi. - REUTERS/Ivan Alvarado
06 Juli 2021 10:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meski mengalami peningkatan kebutuhan oksigen, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Sleman mengklaim masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen. Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama menjelaskan saat ini RSUD Sleman beralih penggunaan oksigen menjadi lebih banyak pada oksigen liquid.

“Sekarang ini kita berganti ke oksigen liquid, kebutuhan sehari dulu 400 m3, sekarang menjadi 800 m3. Sedangkan untuk kebutuhan oksigen tabung besar menurun, kalau dulu perhari sampai 90 tabung sekarang 40 tabung,” ujarnya, Senin (5/7/2021).

Dengan kebutuhan tersebut, menurutnya sementara ini ketersediaan oksigen masih mencukupi, dengan disuplai dari Samator, Kendal. Adapun untuk bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19, RSUD Sleman cukup tinggi yakni 95%, dari total kapasitas 55 bed non kritikal dan satu bed kritikal.

Baca juga: Pemkab Tutup Sementara Alun-Alun Wates

Direktur RSUD Prambanan, Isa Dharmawidjaja, mengatakan kebutuhan oksigen bisa berbeda signifikan setiap hari. Ia mencontohkan pada Sabtu (3/7/2021), kebutuhan oksigen liquid sebanyak 300 liter. Keesokan harinya, Minggu (4/7/2021), kebutuhan naik menjadi 600 liter.

Sementara oksigen jenis tabung mengalami penurunan kebutuhan. Pada Sabtu (3/7/2021) sebanyak enam tabung, hari berikutnya empat tabung. Pada tabung besar, kebutuhan untuk Sabtu (3/7/2021) sebanyak 16 tabung dan hari berikutnya 10 tabung.

Adapun ketersediaan oksigen liquid pada Sabtu (3/7/2021) sebanyak 1.100 liter, oksigen tabung kecil lima tabung dan oksigen tabung besar 16 tabung. Pada Minggu (4/7/2021), ketersediaan oksigen liquid 500 liter, oksigen tabung kecil lima tabung dan oksigen tabung besar 17 tabung. “Kalau meningkat berarti ada pasokan dan kalau menurun berarti berkurang sudah terpakai,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Berdasar Hasil Swab, Kapan Sebenarnya Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh?

BOR RSUD Prambanan saat ini sebesar 100%, dengan rincian 25 bed bertekanan negative dan 11 bed tidak bertekanan negatif.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, mengatakan RSUP Dr. Sardjito menyediakan 35% total kapasitas bed atau sebanyak 303 bed untuk pasien covid-19. Adapun penambahan beberapa tenda dari BPBD DIY, ia menegaskan hanya untuk transit, bukan perawatan.

“Tidak untuk perawatan, tapi transit aja. Ketika pasien sudah diperiksa di poli Covid-19 itu, kalau kondisinya memang tidak berat ya pulang. Karena kami fokus perawatan pada pasien yang berat. Kalau memang berat dan mengkhawatirkan masuk bangsal,” katanya.

Terkait ketersediaan oksigen, ia memastikan saat ini telah tersuplai sesuai kebutuhan. “Pemerintah sudah memperhatikan betul tentang oksigen. Sekarang ada bantuan juga dari Petrokimia. Insya Allah full. Untuk oksigen tidak ada masalah,” ungkapnya.