RS Darurat Covid-19 Respati di Sleman Beroperasi Pekan Depan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat meninjau lokasi RS Darurat Covid-19 Respati, Sabtu (3/7 - 2021)/Ist
06 Juli 2021 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Respati, Maguwoharjo, Kapanewon Depok ditargetkan mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang. Untuk tahap awal, Pemkab menggelontorkan dana Rp3 miliar untuk operasional rumah sakit ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan untuk operasional di RS Darurat Covid-19 Respati ini Pemkab menyiapkan dana Rp3 miliar. "Berdasarkan rapat APBD, Pemkab menyediakan modal awal Rp3 miliar dari BTT (belanja tak terduga). Selebihnya nanti bisa diklaim ke kementerian," kata Joko saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Selasa (6/7/2021).

Dinkes, kata Joko, sejak Senin (5/7) lusa mulai membuka rekrutmen relawan tenaga kesehatan untuk bertugas di rumah sakit tersebut. Selain merekrut tenaga kesehatan, Dinkes juga merekrut tenaga pelayanan lainnya. "Kami persiapkan semuanya karena ditargetkan rumah sakit ini beroperasi pada 12 Juli mendatang," kata Joko.

BACA JUGA: Banyak Kaum Terdidik di Ibu Kota Langgar PPKM Darurat

Total kebutuhan untuk operasional rumah sakit ini, kata Joko, sebanyak 85 orang. Selain dokter umum (5 orang), apoteker (1 orang), perawat (24 orang) dan bidan (5 orang), tenaga kesehatan yang juga dibutuhkan Tenaga Teknis Kefarmasian (5 orang), dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) sebanyak tiga orang.

Selain itu, radiografer (1 orang), Nutrisionis (1 orang), Perekam Medis (5 orang), Sanitarian dan Teknisi Elektromedik masing-masing satu orang dan sejumlah formasi lainnya seperti petugas pemulasaraan jenazah. "Untuk sementara di RS darurat ini kami sediakan 50 bed dengan kapasitas seluruhnya 200 bed. Yang kritikal sekitar 3-5 bed. Nanti jumlahnya bisa bertambah," katanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Registrasi, Lisensi Dan Mutu Pelayanan Dinkes Sleman, Tunggul Birawa menuturkan RS Respati saat ini statusnya masih calon rumah sakit karena memang belum terbit izinnya. “Rumah sakit ini secara fisik sudah cukup siap. Ada lima lantai. Kemarin pendekatan dengan ownernya, disepakati untuk dipakai,” ujarnya.

Dia berharap, saat awal dibuka pada 12 Juli seluruh tempat tidur (50 bed) yang disediakan tidak langsung penuh. Namun jika masih terjadi lonjakan kasus baru harian, Dinkes pun menyiapkan skenario kedua dengan menyediakan 100 bed.

"Bed-bed yang disediakan diambil dari bekas RSUD Sleman yang masih layak pakai, ada juga yang dari pengadaan baru. Untuk masing-masing bed, dipastikan tersedia fasilitas oksigen," katanya.

Adapun sumber daya manusia, Dinkes baru melakukan perekrutan. Para relawan ini nantinya akan diikat dengan kontrak enam bulan ke depan untuk semua formasi yang dibutuhkan. "Untuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini, rumah sakit pengampunya yakni RSUD Prambanan. “Biaya perawatan gratis seperti rumah sakit rujukan lainnya," katanya.