Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Rahmad
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemberlakukan PPKM Darurat ditanggapi beragam oleh pelaku usaha kuliner di Gunungkidul. Pasalnya, pemilik ada yang memilih tutup, namun ada juga yang tetap buka dengan menerapkan kebijakan tidak boleh makan di tempat.
Salah satu usaha kuliner yang ditutup terlihat di Kedai Lobster Pak Sis di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Pemilik kedai, Wasiman mengaku memilih tutup seiring ditutupkan area wisata Pantai Timang dikarenakan tingginya kasus penularan corona. “Berhubung tutup, maka seluruh pegawai diliburkan,” kata Wasiman saat dihubungi, Selasa (6/7/2021).
Ia berharap penutupan hanya berlangsung sementara sesuai dengan pemberlakukan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli mendatang. “Jangan sampai sama seperti pada saat awal pandemic di tahun lalu yang membuat usaha wisata tutup berbulan-bulan,” ungkapnya.
Baca juga: Pukul 8 Malam Sampai 5 Pagi, Jalan Jendral Sudirman Bantul Harus Bersih dari Aktivitas
Tutupnya usaha kuliner juga terlihat di Resto Kalahari di Kalurahan Kepek, Wonosari. Pemilik Resto, Danang Ardiyanta mengaku tutup sebelum diberlakukan PPKM Darurat karena penutupan dilakukan mulai 30 Juni lalu. “Ini atas inisiatif kami sendiri. Adapun penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.
Menurut dia, penutupan dilakukan sebagai partisipasi dalam upaya mengendalikan laju penularan virus corona yang masih tinggi. Danang pun berharap laju penularan bisa ditekan sehingga kehidupan dapat kembali normal.
“Untuk yang sudah pesan, kami mohon maaf. Tapi, kami masih tetap bisa melayani makanan dan minuman secara online,” katanya.
Baca juga: Tes Covid-19 Saat Flu Maka Hasilnya Akan Positif? Ini Kata Dokter
Meski ada beberapa pemilik usaha kuliner yang memilih tutup, namun ada juga pemilik yang tetap buka. Salah satunya terlihat di Warung Makan Cak Mun di Besole, Kota Wonosari.
Anak pemilik Warung Cak Mun, Rosita mengatakan, alasan tetap buka karena tidak ingin delapan karyawan yang berkerja dirumahkan. Meski tetap buka, ia mengaku tetap mematuhi aturan pemerintah. Salah satunya tidak melayani makan ditempat dan pembeli harus membawa pulang.
“Di depan warung sudah kami tempel pengumuman tidak melayani makan di tempat,” katanya.
Meski sudah ada pengumuman tersebut, Rosita mengakui tetap saja ada calon pembeli yang ingin makan ditempat. Hanya saja, ia mengaku permintaan tersebut tidak dilayani. “Memang berpengaruh terhadap penghasilan, tapi kami tetap berupaya mematuhi aturan karena sebagai upaya mengurangi risiko penuaran virus corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.