Advertisement

Kemarau, 92.578 Orang di Gunungkidul Krisis Air Bersih

David Kurniawan
Selasa, 06 Juli 2021 - 17:47 WIB
Budi Cahyana
Kemarau, 92.578 Orang di Gunungkidul Krisis Air Bersih Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat sedikitnya 92.578 orang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena belum semua kapanewon menyerahkan warga yang kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan dari 18 kapanewon, baru sepuluh kanewon yang memberikan data. “Sudah ada koordinasi, tapi masih ada yang dalam proses pendataan,” kata Edy, Selasa (6/7/2021).

BACA JUGA: Rekor, 52 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 dalam Sehari

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Sepuluh kapanewon yang telah menyerahkan data kekeringan meliputi Girisubo, Paliyan, Panggang, Patuk, Rongkop, Saptosari, Semin, Wonosari, Tanjungsari dan Tepus. Kapanewon yang belum menyerahkan adalah Gedangsari, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Playen, Ponjong, Purwosari dan Semanu.

Total hingga sekarang sudah ada 92.578 jiwa yang terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah karena ada sekitar 28.292 jiwa. Di urutan kedua ada Kapanewon Tanjungsari dengan jumlah warga terdampak sebanyak 20.071 jiwa.

“Pasti akan bertambah. Apalagi saat sekarang belum memasuki puncak musim kemarau,” katanya.

Ia mengungkapkan distribusi air bersih sudah dilakukan sejak pertengahan Juni lalu. Total anggaran yang disedikan besarannya mencapai Rp700 juta. “Sudah kami jadwalkan. Sebgai contoh pekan ini, droping difokuskan ke beberapa kapenewon seperti Girisubo, Semin dan Tanjungsari,” katanya.

Menurut Edy, penyaluran air bersih sangat bergantung dengan permintaan resmi dari masing-masing kalurahan.

BACA JUGA: Covid Indonesia Hari Ini: Positif Bertambah 31.189, Meninggal 728 Orang

Advertisement

Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, di wilayahnya masih termasuk kapanewon yang mengalami krisis air pada saat kemarau. Meski demikian seiring dengan adanya instalasi jaringan PDAM yang masuk, jumlah warga terdampak kekeringan berkurang di tahun ini. “Memang belum menyasar ke semua wilayah, tapi setidaknya mengurangi warga terdampak kekeringan,” katanya.

Arif mengungkapkan kapanewon mengalokasikan anggaran secara mandiri untuk bantuan air bersih. Namun demikian, didalam pelaksanaan tetap membutuhkan dukungan dari BPBD Gunungkidul. “Kami sudah koordinasi dan BPBD siap membantu,” katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jelajah Kuliner: Cerita Presiden Sampai Legenda Komedian di Tahu Pojok Magelang

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement