Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat sedikitnya 92.578 orang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena belum semua kapanewon menyerahkan warga yang kekurangan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan dari 18 kapanewon, baru sepuluh kanewon yang memberikan data. “Sudah ada koordinasi, tapi masih ada yang dalam proses pendataan,” kata Edy, Selasa (6/7/2021).
BACA JUGA: Rekor, 52 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 dalam Sehari
Sepuluh kapanewon yang telah menyerahkan data kekeringan meliputi Girisubo, Paliyan, Panggang, Patuk, Rongkop, Saptosari, Semin, Wonosari, Tanjungsari dan Tepus. Kapanewon yang belum menyerahkan adalah Gedangsari, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Playen, Ponjong, Purwosari dan Semanu.
Total hingga sekarang sudah ada 92.578 jiwa yang terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah karena ada sekitar 28.292 jiwa. Di urutan kedua ada Kapanewon Tanjungsari dengan jumlah warga terdampak sebanyak 20.071 jiwa.
“Pasti akan bertambah. Apalagi saat sekarang belum memasuki puncak musim kemarau,” katanya.
Ia mengungkapkan distribusi air bersih sudah dilakukan sejak pertengahan Juni lalu. Total anggaran yang disedikan besarannya mencapai Rp700 juta. “Sudah kami jadwalkan. Sebgai contoh pekan ini, droping difokuskan ke beberapa kapenewon seperti Girisubo, Semin dan Tanjungsari,” katanya.
Menurut Edy, penyaluran air bersih sangat bergantung dengan permintaan resmi dari masing-masing kalurahan.
BACA JUGA: Covid Indonesia Hari Ini: Positif Bertambah 31.189, Meninggal 728 Orang
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, di wilayahnya masih termasuk kapanewon yang mengalami krisis air pada saat kemarau. Meski demikian seiring dengan adanya instalasi jaringan PDAM yang masuk, jumlah warga terdampak kekeringan berkurang di tahun ini. “Memang belum menyasar ke semua wilayah, tapi setidaknya mengurangi warga terdampak kekeringan,” katanya.
Arif mengungkapkan kapanewon mengalokasikan anggaran secara mandiri untuk bantuan air bersih. Namun demikian, didalam pelaksanaan tetap membutuhkan dukungan dari BPBD Gunungkidul. “Kami sudah koordinasi dan BPBD siap membantu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Xiaomi menghentikan dukungan sejumlah HP dalam daftar EOL. Cek Xiaomi 12 Lite dan Redmi yang tak lagi mendapat update rutin
Harta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dalam LHKPN 2023 mencapai Rp2,22 miliar. Ia terjaring OTT KPK bersama dua wakil rektor.
Timnas voli putri Indonesia menghadapi Kazakhstan di laga perdana AVC Women's Continental 2026 dengan target menembus enam besar.
Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan dua wakil rektor terjaring OTT KPK ke-19 pada 2026. KPK masih memeriksa pihak yang ditangkap.