Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat sedikitnya 92.578 orang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena belum semua kapanewon menyerahkan warga yang kekurangan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan dari 18 kapanewon, baru sepuluh kanewon yang memberikan data. “Sudah ada koordinasi, tapi masih ada yang dalam proses pendataan,” kata Edy, Selasa (6/7/2021).
BACA JUGA: Rekor, 52 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 dalam Sehari
Sepuluh kapanewon yang telah menyerahkan data kekeringan meliputi Girisubo, Paliyan, Panggang, Patuk, Rongkop, Saptosari, Semin, Wonosari, Tanjungsari dan Tepus. Kapanewon yang belum menyerahkan adalah Gedangsari, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Playen, Ponjong, Purwosari dan Semanu.
Total hingga sekarang sudah ada 92.578 jiwa yang terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah karena ada sekitar 28.292 jiwa. Di urutan kedua ada Kapanewon Tanjungsari dengan jumlah warga terdampak sebanyak 20.071 jiwa.
“Pasti akan bertambah. Apalagi saat sekarang belum memasuki puncak musim kemarau,” katanya.
Ia mengungkapkan distribusi air bersih sudah dilakukan sejak pertengahan Juni lalu. Total anggaran yang disedikan besarannya mencapai Rp700 juta. “Sudah kami jadwalkan. Sebgai contoh pekan ini, droping difokuskan ke beberapa kapenewon seperti Girisubo, Semin dan Tanjungsari,” katanya.
Menurut Edy, penyaluran air bersih sangat bergantung dengan permintaan resmi dari masing-masing kalurahan.
BACA JUGA: Covid Indonesia Hari Ini: Positif Bertambah 31.189, Meninggal 728 Orang
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, di wilayahnya masih termasuk kapanewon yang mengalami krisis air pada saat kemarau. Meski demikian seiring dengan adanya instalasi jaringan PDAM yang masuk, jumlah warga terdampak kekeringan berkurang di tahun ini. “Memang belum menyasar ke semua wilayah, tapi setidaknya mengurangi warga terdampak kekeringan,” katanya.
Arif mengungkapkan kapanewon mengalokasikan anggaran secara mandiri untuk bantuan air bersih. Namun demikian, didalam pelaksanaan tetap membutuhkan dukungan dari BPBD Gunungkidul. “Kami sudah koordinasi dan BPBD siap membantu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Petani urban Pakualaman didorong mengembangkan budidaya anggrek sebagai peluang usaha melalui Bintek Budidaya Anggrek Lanjutan.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Rangkuman ekonomi sepekan 14-19 September 2026, dari komitmen jaga APBN hingga temuan pelanggaran 25 merek beras fortifikasi.
Serangan Iran merusak sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Biaya perang diperkirakan mencapai Rp676,8 triliun.
Seraf Naro Siregar meraih perunggu dan memastikan medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor changquan putra.