Rekor, 52 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 dalam Sehari

Ilustrasi - Antara/Novrian Arbi
06 Juli 2021 16:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus meninggal karena Covid-19 di DIY pada Selasa (6/7/2021) mencapai 52. Ini adalah angka tertinggi harian sejak pandemi Covid-19 melanda DIY pada Maret 2020 lalu.

Pemda DIY menyebut penambahan kasus meninggal dunia karena Covid-19 per 6 Juli 2021 sebanyak 52 orang, sehingga total kasus meninggal dunia sebanyak 1.778 kasus.

BACA JUGA: 85 Karyawan Terpapar Corona, RSUD Wates Butuh Tambahan Sukarelawan Nakes

Penambahan kasus meninggal ini menjadikan case fatality rate meningkat menjadi 2,61%. Sementara kesembuhan menurun menjadi 75,77%. Sehari sebelumnya case fatality rate di angka 2,59% dan case recovery rate sebesar 76,18%. Penambahan kasus meninggal terbanyak dari Sleman 35, disusul Bantul 12, Kulonprogo tiga, dan Jogja dua.

Sementara penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 6 Juli 2021 ini sebanyak 1.386 kasus. “Sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  68.100 kasus,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Selasa.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif terbanyak dari Gunungkidul 395 kasus, disusul Bantul 334 kasus, Sleman 324 kasus, Jogja 233 kasus, dan Kulonprogo 100 kasus. Ditya mengatakan penambahan kasus positif berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 5.484 sampel dan pemeriksaan orang sebanyak 5.484 orang.

Total sampel yang diperiksa sebanyak 378.208 sampel dan total orang diperiksa 352.016 orang. “Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak hasil tracing kontak kasus positif 1.047 kasus, kemudian periksa mandiri 297 kasus, screening karyawan kesehatan tujuh kasus, perjalanan luar daerah tiga kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 32 kasus,” papar Ditya.

BACA JUGA: Banyak Kaum Terdidik di Ibu Kota Langgar PPKM Darurat

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus sembuh sebanyak 779 kasus, sehingga total sembuh menjadi 51.601 kasus. Penambahan kasus sembuh terbanyak dari Sleman 391 kasus, kemudian Bantul 180 kasus, Gunungkidul 107 kasus, Jogja 59 kasus, dan Kulonprogo 42 kasus.

Adapun keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk non-kritikal sebanyak 96,79% atau dari 1.278 tempat tidur sudah digunakan 1.237 tempat tidur. Sementara tempat tidur kritikal dari 140 telah digunakan 99 tempat tidur atau keterisian 70,71%.