Advertisement
Marak Keracunan Menu MBG, Begini Respons SPPG di Kulonprogo

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dugaan keracunan disebabkan makan bergizi gratis (MBG) yang berulang menimbulkan kekhawatiran. Namun, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehati, Wates, Kulonprogo selalu menjaga proses penyajiannya agar MBG yang diberikan menyehatkan.
Mulai dari selektif dalam pangan yang dipilih untuk menu MBG selalu berkualitas dan kondisinya baik. Teknis memasak yang selalu disesuaikan dengan Standar Operating Procedure (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Advertisement
Perwakilan SPPG Dapur Sehati Wates, Riski Fadilah menegaskan selam menjadi penyedia MBG personel yang bertugas selalu disiplin dalam SOP. Seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) termasuk sarung tangan selama proses memasak dan pendistribusian. "Termasuk kebersihan bahan baku juga dijaga sesuai dengan SOP MBG," katanya, Jumat (29/8/2025).
BACA JUGA: Sultan Sampaikan Sejumlah Pesan kepada Massa Aksi
Terkait penyimpanannya yang dijaga secara kebersihan sehingga kondisi pangan yang digunakan tetap higienis dan sehat. Tidak mengandung atau terkontaminasi bakteri dari arah mana pun. Tidak hanya itu, bahan baku yang digunakan juga tidak asal murah tetapi tetap menekankan pada kualitas.
"Untuk menjaga higienitas kami tingkatkan grade sarung tangan yang sebelumnya pakai plastik sekarang sudah pakai latex," kata Riski.
Menurutnya, pemakaian APD dan sarung tangan selama proses memasak mutlak dilakukan. Dia memastikan seluruh yang berkaitan dengan memasak dapat disiplin untuk itu. Tidak ada yang membangkang dengan tanpa menggunakan APD atau sarung tangan dalam proses pemasakan. "Tidak ada toleransi petugas dalam ruangan bahkan sampai pendistribusian," ujarnya.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap Bus Sinar Jaya dari Jogja ke Pantai Baron dan Parangtritis
Bahkan penutup rambut pun digunakan agar menghidari segala kemungkinan kontaminasi bakteri. Riski menuturkan selama menyediakan MBG jam loading bahan baku pun diatur agar tidak basi saat dimasak hingga dimakan. Kelayakan bahan baku selalu diutamakan sampai manajemen waktu pengolahan. "Itu semua dilaksanakan dengan baik," jelasnya.
Sejauh ini pasca keracunan MBG 31 Juli 2025 lalu di Kulonprogo masih aman belum ada keluhan terkait hal tersebut.
SPPG Dapur Sehati Wates sendiri menyediakan 2.700 MBG untuk siswa setiap harinya hanya di kapanewon itu saja. Jumlah 2.700 siswa itu meliputi PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. "Semua yang dilakukan SDM dalam penyediaan MBG selalu ada satu PIC untuk monitoring pekerjaannya," ungkap Riski.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Ojol DIY Bagikan Pita Hitam Sebagai Aksi Solidaritas Meninggalnya Affan di Jakarta
- Massa Aksi Datangi Mapolda DIY, Sejumlah Benda Rusak hingga Terbakar
- Demonstrasi Pecah di Sejumlah Tempat, Ini Pernyataan Muhammadiyah
- Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Pacitan Malam Ini
- Ada Demo di Polda DIY, Pedagang Bebek Goreng Ikut Kena Gas Air Mata
Advertisement
Advertisement