Dispar Kulonprogo Perluas Retribusi Digital, Sasar Waduk Sermo
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo terus melangsungkan program Presiden Prabowo Subianto berupa cek kesehatan gratis (CKG). Sampai Agustus 2025 ini jumlahnya mencapai 26.723 warga yang sudah dilayani melalui program CKG. Capaian tersebut untuk pelaksanaan di 21 Puskesmas yang ada di Kulonprogo.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan dari capaian tersebut rata-rata setiap Puskesmas melayani seribu orang melalui program CKG. Paling banyak melayani CKG di Puskesmas Pengasih II mencapai 1.876 orang.
"Jumlah sasaran untuk CKG Kulonprogo 444.994 capaian 26.723 di CKG sampai Agustus ini 6,01 persen dari seluruhnya," katanya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
BACA JUGA: Makna Gendhing Raja Manggala, Mengiringi Sultan Jogja Temui Demonstran
Sedangkan yang paling sedikit di Puskesmas Kalibawang hanya ada 733 warga yang memanfaatkan CKG. Menurutnya untuk di 2025 ini target capaian CKG menyentuh angka 36 persen sehingga masih ada kekurangan 30 persen untuk mencapai target. Sri Budi optimis program CKG di Kulonprogo dapat berjalan optimal sesuai target-target yang ditentukan. Upaya untuk terus meningkatkan capaian seperti melaksanakan CKG bersamaan dengan kegiatan Puskesmas.
"Selain itu kami juga melibatkan kader untuk membantu CKG dan melakukan kunjungan rumah sekaligus melakukan CKG," katanya.
Termasuk pasien rawat jalan yang memeriksakan ke Puskesmas diarahkan untuk sekalian melakukan CKG dengan catatan tanpa paksaan. Dia menuturkan dalam peningkatan capaian CKG tidak hanya berpatok kegiatan di Puskesmas saja. Ada kegiatan CKG luar gedung atau tidak di Puskesmas melalui posyandu, kader, pertemuan balai desa dan pemeriksaan anak pra sekolah. "Di event senam juga kami hadir sebagai optimalisasi CKG," ucap Sri Budi.
Menurutnya dalam pelaksanaan CKG selama ini ditemukan sejumlah kendala. Seperti sumber daya manusia (SDM) yang terbatas, aplikasi pencatatan pelaporan yang sering alami gangguan karena sulitnya koneksi internet ketika di luar gedung. Selain itu, minat masyarakat untuk melakukan CKG masih minim sehingga berdampak pada jumlah capaian yang terjadi. "Kurangnya sarana dan prasarana penunjang seperti laptop misalnya juga menjadi kendala dalam CKG," ungkapnya.
BACA JUGA: Ombudsman Akan Lakukan Kajian Mendalam Pelaksanaan MBG di DIY
Padahal, Dinkes Kulonprogo masih memiliki pekerjaan rumah capaian target CKG di tahun ini. Selain target cakupan CKG secara umum sebesar 36 persen, terdapat juga target cakupan penerima CKG yang dibedakan tiap masing-masing usia.
Seperti misalnya target CKG untuk bayi baru lahir di 2025 mencapai 65 persen, kelompok lansia 50 persen, usia dewasa 35 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.