Banyak Calon Nakes Mengundurkan Diri, RSUD Wates Krisis SDM Penanganan Covid-19

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -
07 Juli 2021 12:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--RSUD Wates masih kesulitan dalam mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Kesehatan tambahan. Penambahan nakes diperuntukkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Direktur RSUD Wates Lies Indriyati mengatakan pada Juli 2021 ini, RS yang dipimpinnya menerima pendaftaran tenaga kesehatan sebanyak 20 orang.

"Dari 20 orang yang mendaftar di RSUD Wates, saat waktu tes datang 19 orang. Namun, yang lolos hanya 15 orang," kata Lies pada Rabu (7/7/2021).

BACA JUGA : OTG Tapi Terpaksa Kerja, Ini Sejumlah Penyebab 91 Nakes

Lebih lanjut, dari 15 orang dinyatakan lolos, sebanyak enam orang justru mengundurkan diri. Alasannya, karena akan ditempatkan di bagian penanganan pasien Covid-19. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mundur dari pekerjaan tersebut.

"Tidak semua relawan medis yang sudah diterima bersedia ditugaskan dalam penanganan pasien Covid-19. Pada masa pandemi Covid-19 ini kami memang kesulitan mendapatkan SDM Kesehatan," kata Lies.

SDM Kesehatan tambahan memang diperlukan oleh RSUD Wates. Dikarenakan, 87 nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara itu, 67 karyawan masih menunggu hasil swab PCR.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan RSUD Wates juga tidak hanya membutuhkan nakes untuk menangani pasien Covid-19. RSUD Wates juga membutuhkan relawan untuk melakukan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

"Relawan yang bersedia di ruang jenazah harus benar-benar memiliki mental kuat. Mendapatkan relawan pada masa seperti ini sulit," kata Ananta.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati angkat suara terkait dengan banyaknya nakes di Kulonprogo yang terpapar Covid-19.

BACA JUGA : 95 Nakes Domisili Bantul Terpapar Covid-19 

Penularan Covid-19 kepada nakes diduga karena beban kerja yang sudah overload atau melebihi kapasitas. Dari mulai kegiatan vaksinasi hingga pemantauan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

"Penularan yang terjadi di nakes setelah kemarin kita menutup Puskesmas Pengasih II kami duga karena disebabkan memang karena overload pekerjaan. Dengan melakukan kegiatan vaksinasi, tracing, pemeriksaan swab, dan pemantauan kepada 2.152 orang yang isolasi mandiri," kata Baning.

Baning menjelaskan seiring dengan bertambahnya beban kerja, kondisi kesehatan dari nakes akan berkurang. Kondisi tubuh yang kurang fit akan berakibat kepada resiko penularan Covid-19 yang semakin tinggi kepada nakes.

"Dalam kondisi badan yang turun, resiko penularan Covid-19 akan semakin tinggi. Penularan Covid-19 oleh nakes berawal dari rumah. Terlebih, penularan juga terjadi dari lingkungannya, keluarga atau teman dari salah satu nakes," kata Baning.