30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Para pedagang kaki lima (PKL) di DIY sangat terpukul dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli. Mereka meminta pemerintah memberikan bantuan modal dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena banyak PKL yang tidak bisa berjualan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DIY, Mohlas Madani mengatakan PPKM Darurat makin menyulitkan PKL dibandingkan dengan pembasatan sebelumnya karena saat ini PKL tak bisa berjualan.
BACA JUGA: Begini Perjuangan Perempuan Pekerja Rumahan Menjaga Ketahanan Pangan Saat Pandemi
“Selama PPKM Darurat, PKL di Malioboro tak jualan baik siang maupun malam, semua tidak ada. Banyak PKL yang mengeluh dalam kondisi sekarat,” kata Mohlas, dalam jumpa pers melalui daring, Jumat (9/7/2021).
Menurut Mohlas, sebenarnya PKL sudah kesulitan sejak awal pandemi Covid-19 karena selama ini PKL mengandalkan wisatawan dan mahasiswa. Sementara mahasiswa dan wisatawan selama pandemi ini berkurang drastis
Kini, para PKL dengan swadaya saling membantu untuk memberikan sembako bagi PKL yang paling terdampak. Namun bantuan sukarela tidak bisa terus menerus karena kemampuannya juga terbatas.
“Kami berharap ada stimulan atau bantuan yang lain untuk PKL sehingga PKL bisa berjulan dan aktivitas seperti semula,” ucap Mohlas.
Mohlas mengatakan ada sekitar 20.000 PKL anggota di DIY, belum termasuk PKL Malioboro yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 2.000. Saat ini hampir 50% PKL tidak bisa berjualan.
Sementara yang bisa berjualan pun mengeluh karena mengalami penurunan omzet hampir 80%, terutama warung lesehan yang baru buka pukul 16.00 WIB sementara harus tutup pukul 20.00 WIB.
“Tapi sampai saat ini belum ada bantuan dalam jenis apapun untuk para PKL.”
Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan DIY, Yanto Aprianto mengatakan tidak memiliki kewenangan secara langsung untuk menangani PKL. Menurut dia penanggung jawab PKL ada di masing-masing kecamatan. “Di Malioboro penanganan PKL oleh UPTD Malioboro. Di kabupaten dan kota juga sama biasanya dari kecamatan-kecamatan,” ujar Yanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Cek jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, mulai Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA, hingga layanan pajak kendaraan malam hari.
Jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, termasuk lokasi MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMENOR, dan syarat SIM A serta C.
Jadwal SIM Gunungkidul 16 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penanganan dan Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Purwosari.