Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Sunaryanta melarang penyelenggaraan Salat Iduladha yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Sebagai gantinya masyarakat diimbau melaksanakan salat berjemaah di rumah masing-masing.
“Saya sudah buat edarannya berkaitan dengan perayaan Iduladha maupun tata cara penyembelihan hewan kurban saat pandemi,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).
Menurut dia, imbauan agar salat dilakukan di rumah untuk mengendalikan laju penularan virus corona yang saat ini masih tinggi. Sunaryanta berharap kepada masyarakat untuk memaklumi dan bisa mematuhi imbauan tersebut. “Hal sama juga berlaku untuk malam takbiran. Tidak ada pawai keliling atau kegiatan di masjid karena saya minta dilakukan di rumah masing-masing,” katanya.
Baca juga: Seorang Warga di Panjatan Meninggal Dunia Saat Menjalani Isoman Covid-19
Selain mengatur tentang tata cara penyelenggaraan ibadah saat Iduladha, Sunaryanta juga memberikan panduan untuk pemotongan hewan kurban. Menurut dia, lokasi pemotongan bisa memanfaatkan rumah pemotongan hewan yang ada. Namun, warga juga bisa melakukan pemotongan secara mandiri sesuai dengan kebijakan dari panitia penyelenggara.
“Tapi ada syaratnya tidak boleh ada kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di lokasi pemotongan juga dibatasi maksimal 20 orang,” katanya.
Untuk pembangian daging hewan kurban, ia meminta kepada panitia mengantar ke rumah penerima secara langsung. “Jangan suruh datang ke lokasi pemotongan malah bisa menimbulkan kerumuman. Jadi, panitia yang aktif dengan mengantarkan daging ke rumah-rumah warga,” katanya.
Baca juga: Pergerakan Truk Logistik Meningkat 15% di Masa PPKM Darurat
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, untuk pengawasan kesehatan hewan kurban telah menerjunkan tim guna melakukan pemantauan. Langkah ini sebagai antisipasi munculnya penyakit hewan ternak jelang pelaksanaan kurban. “Sudah berjalan dan sampai sekarang kondisinya masih aman setelah beberapa kali pengecekan ke sejumlah titik,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang akan membeli hewan harus memastikan kondisinya sehat serta telah memenuhi kriteria kurban. “Harus diteliti dan pastikan hewan benar-benar sehat seperti tidak mengalami kebutaan dan tidak terindikasi adanya penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Kementan memitigasi kekeringan di 30.000 hektare lahan melalui perbaikan irigasi, benih tahan kering, dan teknologi PM-AAS.
Pariwisata premium Yogyakarta kian berkembang melalui pengalaman menginap, kuliner, dan konten keluarga Marvelvino. Simak peluang dan tantangan promosi wisata
Ketua DPRD DIY Nuryadi menekankan kejujuran dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK, disertai peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi.
IHSG anjlok 630 poin pada sesi I, Jumat (16/10/2026), dengan saham BBCA, BBRI, BMRI dan emiten tambang melemah di tengah wacana MSCI.
MSCI mengkaji status pasar saham Indonesia melalui enam poin utama, mulai dari transparansi free float hingga penegakan hukum dan tata kelola.