Sekolah Tatap Muka Ditunda, Pemkot Jogja Siapkan Modul PJJ untuk Standarisasi

Pelajar mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru secara online di rumahnya Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). - Antara/Anis Efizudin
12 Juli 2021 09:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Sebagai standarisasi pembelajaran jarak jauh, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jogja dalam proses menyiapkan modul. Hal ini menyusul tahun ajaran baru 2021/2022 yang batal terlaksana secara tatap muka akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut Kepala Disdikpora Jogja, Budi Asrori, modul ini nantinya menjadi pedoman bagi guru dalam mengajar, khususnya untuk tingkat SD dan SMP. Harapannya dengan modul ini bisa meminimalisasi penurunan kualitas pembelajaran.

Penyusunan modul untuk jenjang SD yaitu tematik atau sesuai dengan pembelajaran yang diberikan. Sedangkan untuk SMP disesuaikan dengan mata pelajaran yang diajarkan, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Baca juga: Siap-Siap! Pelanggar Aturan WFH dan WFO di Sleman Bakal Ditindak

"Jadi guru tidak asal mengajar saat pembelajaran daring. Tetapi harus sesuai dengan standar yang jadi acuan. Dengan demikian, kualitas pembelajaran bisa dipertahankan," kata Budi, Jumat (9/7/2021).

Sejak melakukan pembelajaran untuk SD dan SMP, banyak kendala dan kesulitan yang dialami. Beberapa kesulitan dan kendala yang ada selama proses pembelajaran jarak jauh akan diantisipasi dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan menyiapkan guru untuk berkunjug ke rumah. Adapula upaya membuka konsultasi terbatas untuk siswa yang tidak memiliki fasilitas seperti telepon pintar, solusi permasalahan paket data internet, serta penyesuaian kurikulum.

Baca juga: Belum Sebulan, Lebih dari 400 Jenazah Warga Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Meski belum tahu kapan Pembelajaran Tatap Muka akan terlaksana, Budi meminta sekolah tetap melakukan persiapan jika sewaktu-waktu bisa menggelarnya. "Kami sudah uji coba di beberapa sekolah dan hasinya cukup baik. Sekolah bisa menyiapkan fasilitas prokes dengan baik dan peserta didik pun bisa menjalankan prokes. Tetapi, karena adanya aturan PPKM Darurat maka tahun ini pun pembelajaran masih akan dilakukan daring," kata Budi.

Untuk terus memantau perkembangan peserta didik dalam belajar, ke depan Disdikpora Jogja akan memetakan proses pembelajaran anak di rumah. Hal ini untuk mengetahui proses belajar anak di rumah. Bagaimana orang tua mendampingi atau justru dilepas sama sekali. Perlu pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran daring untuk anak yang mendapat pendampingan orang tua dan yang tidak.