Dinsos DIY Fasilitasi Selter Sanden untuk Kebutuhan Pasien Covid-19

Selter khusus pasien Covid-19 yang menempati asrama SMKN 1 Sanden, Sabtu (10/7/2021).- Harian Jogja - Ist
13 Juli 2021 14:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY memfasilitasi semua kebutuhan sehari-hari pasien Covid-19 di selter Sanden, Bantul, yang menempati asrama sekolah menegah kejuruan (SMK) Negeri 1 Sanden atau SMK Kelautan Sanden. Selter yang didirikan sejak awal Juli tersebut memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan sudah terisi 45 pasien.

Koordinator Selter Sanden, Sulistiantoro, mengatakan awal pembentukan selter tersebut merupakan hasil musyawarah penewu Sanden dan empat lurah di Kapanewon Sanden, yakni kalurahan Srigading, Murtigading, Gadingharjo, dan Gadingsari, pada awal Juli lalu, karena banyak warga Sanden yang positif. Sementara tidak ada selter di kapanewon tersebut.

Kemudian disepakati selter menempati asrama SMKN 1 Sanden yang selama pandemi Covid-19 ini tidak digunakan karena siswanya belajar secara daring. Terdapat empat kamar di selter tersebut dan masing-masing kamar terdpat 12-14 tempat tidur. Tanpa menunggu lama setelah selter tersebut berdiri langsung digunakan untuk warga Sanden yang dinyatakan positif Covid-19.

Awalnya pembiayaan untuk kebutuhan sehari-ahri atau jatah hidup pasien di selter itu menggunakan dana iuran dari empat kalurahan, “Setelah empat hari berjalan kemudian kebutuhan sehari-hari pasien Covid-19 termasuk petugas selter ditanggung oleh Dinas Sosial DIY mulai dari makan selama tiga kali sehari, kebutuhan vitamin dan obat, serta sabun cuci dan sabun mandi,” kata Sulistiantoro, Sabtu (10/7/2021).

Setelah ada bantuan dari Dinas Sosial DIY, kemudian bantuan keuangan dari empat desa dihentikan. Tidak hanya kebutuhan makan, namun selter tersebut terdapat fasilitas medis dari Puskesmas Sanden yang setiap hari stand by di selter untuk mengawasi kondisi kesehatan semua pasien Covid-19 tersebut. Sejauh ini diakui Sulistiantoro, dari 45 pasien penghuni selter tidak ada yang bergejala berat, melainkan tanpa gejala dan gejala ringan.

Ke-45 pasien tersebut merupakan penghuni pertama dan sampai 10 Juli 2021 ini belum ada yang keluar atau belum ada yang dinyatakan negatif karena belum sampai 10-14 hari masa isolasi. Selain fasilitas permakanan, obat, dan vitamin, serta petugas medis, tiap kamar juga difasilitasi dispenser dan kompor gas jika ada penghuni yang ingin memasak sendiri.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, sebelumnya memastikan sudah ada 77 selter untuk menampung pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau OTG di DIY. Dari jumlah tersebut 59 selter di antaranya yang dikelola Pemda DIY. Sementara sisanya dikelola organisasi masyarakat (Ormas ) keagamaan, perguruan tinggi, pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat.

“Selter Pemda DIY ada di Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Jogja. Jumlah 59 selter yang sudah siapkan oleh pemda DIY sejak 1 Juli lalu,” kata Endang.

Endang mengatakan dari 59 selter yang dikelola Pemda DIY, 14 selter di antaranya yang sudah terisi pasien Covid-19 dengan kategori OTG dan bergejala ringan. Masing-masing selter kapasitasnya berbeda. Ada yang 72 orang, 60 orang, 30 orang, 20, dan ada yang kapasitas 10 orang.

Tidak hanya menyediakan selter, namun dalam selter tersebut khususnya yang dikelola Pemda DIY terdapat dokter, perawat, petugas atau koordinator selter, layanan kesehatan, alat pelindung diri, serta kebutuhan sehari-hari bagi pasien seperti alat mandi, termasuk makan tiga kali dalam sehari.