Bed Pasien Covid-19 Nyaris Penuh, Pemda DIY Siapkan 3 Rumah Sakit Lapangan

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, Minggu (4/7/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
14 Juli 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyiapkan tiga lokasi yang dijadikan sebagai rumah sakit lapangan khusus pasien Covid-19. Upaya ini untuk merespons penuhnya tempat tidur di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 karena angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Mataram terus melonjak.

“BOR [bed occupancy rate atau ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19] kita sudah sangat tinggi, bisa dibilang sudah 100 persen karena sudah 99 persen sekian. Ini perlu ada penanganan serius,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (14/7).

BACA JUGA: Menkes Sebut Kapasitas Tempat Tidur Covid di DIY & DKI Jakarta Paling Gawat

Baskara Aji mengaku sudah menggelar rapat dengan Pemerintah Pusat. Dari hasil rapat tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa skenario. Seandanya peningkatan pasien Covid-19 sampai di angka 30%, kekurangan tempat tidur sebanyak 2.000 bed. Jika peningkatan pasien Covid-19 di angka 60%, DIY kekurangan sekitar 3.000 tempat tidur.

Rumah sakit di DIY tidak mungkin mampu menampung pasien Covid-19. Dari hasil dialog dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disepakati ada tiga tempat yang akan dijadikan rumah sakit lapangan.

Ketiga tempat tersebut, yakni rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) di Ring Road Utara yang bisa menampung 272 orang. Kemudian asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan asrama mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang keduanya dibangun oleh Kementerian PUPR dan kapasitasnya masing-masing 166 orang.

Pemda DIY juga sudah meminta pada Pemerintah Pusat untuk melengkapi tiga lokasi bakal rumah sakit lapangan tersebut tenaga kesehatannya, sarana dan prasarananya.

“Kami minta bantuan tenaga kesehatan dan peralatan supaya itu nanti layak menjadi rumah sakit lapangan. Saya kira rumah sakit lapangan seperti ini tak perlu peralatan sangat lengkap,” kata Baskara Aji.

Ketiga rumah sakit lapangan tersebut nantinya hanya bisa menampung pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan sedang.

“Yang dimasukan ke rumah sakit lapangan ini yang mendekati sembuh. Sementara di rumah sakit utama yang sakitnya parah. Sehingga peralatan dan spesialisnya tidak perlu lengkap,” ujar Baskara Aji.

Namun demikian, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) tersebut belum bisa memastikan kapan ketiga rumah sakit lapangan tersebut mulai beroperasi karena masih dalam pembahasan di Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR. Dia berharap rumah sakit lapangan beroperasi dalam waktu dekat BOR pasien Covid-19 semakin penuh.