Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN- Melihat banyaknya pasien yang kesulitan mendapatkan tempat isolasi, UGM menambah selter Covid-19 baru. Dua gedung yang diresmikan untuk selter bagi pasien Covid-19 ini masing-masing Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel.
Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono usai meresmikan selter tersebut mengatakan kedua selter tersebut dikelola UGM berkoordinasi dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Daya tampungnya bisa mencapai 202 pasien. "Melihat kondisi rumah sakit yang sudah penuh dan banyak orang tidak mendapat layanan medis, kami terpanggil untuk mengurangi beban rumah sakit dalam menampung pasien," katanya Rabu (14/7/2021).
Kedua selter tersebut, kata Panut juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti ruang observasi dan ruang ganti alat pelindung diri bagi tenaga medis. Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi akan dipantau oleh dokter dan perawat yang ditempatkan di selter. "Mudah-mudahan dengan bersama-sama membuat inovasi kebijakan tindakan kita dapat membantu warga yang mencari pelayanan rumah sakit," ujarnya.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSA UGM, Ade Febrina memaparkan pasien yang akan dirawat di selter ini terlebih dahulu menerima pemeriksaan medis dengan datang ke rumah sakit ataupun melakukan konsultasi melalui telemedicine. "Pasien harus sudah diperiksa, bisa di RSA atau melalui telemedicine yang bisa diakses secara daring," ucapnya.
BACA JUGA: Rekor Lagi Tiap Hari, Kasus Covid-19 Indonesia Rabu Ini 54.517
Keberadaan selter ini, terangnya, membantu rumah sakit yang saat ini memiliki keterbatasan dalam menyediakan fasilitas untuk merawat pasien. Diharapkan tambahan kedua selter tersebut dapat mengurangi kasus pasien yang meninggal dunia karena tidak sempat mendapat pertolongan di fasilitas kesehatan. "Kami butuh sekali selter yang bisa menampung layanan pasien," kata Ade.
Ia menambahkan, selter ini dikelola dengan mengikuti skema pembiayaan yang telah ditentukan pemerintah. Biaya layanan kesehatan akan diklaim ke Dinas Kesehatan Sleman sehingga pasien tidak membayar biaya perawatan ke UGM. Sebelumnya, UGM juga telah membuka sejumlah selter pasien Covid-19 di fasilitas yang dimiliki UGM, seperti Asrama Darmaputera Baciro, Wanagama, serta Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT).
Yang membedakan dari selter yang dibuka sebelumnya, terang Ade, selter ini dikelola berkoordinasi dengan RSA UGM yang akan melakukan pemantauan terhadap pasien. "Harapannya bentuk selter seperti ini menjadi layanan yang bisa diadopsi juga di selter-selter lainnya sehingga masyarakat di sekeliling kita bisa tertangani dengan baik,” ucapnya.
Manager UC Hotel UGM Priyo Sri Bawono mengatakan kedua selter tersebut digunakan bagi penderita covid rujukan dari RSS (Rumah Sakit Sardjito) dan RSA (Rumah Sakit Akademik). Dia mengatakan, Wisma Kagama memiliki 28 kamar dengan 43 bed sementara UC Hotel dilengkapi 71 kamar dengan 132 bed yang semuanya siap untuk digunakan.
"Pengelolaan kedua selter ini masih dilimpahkan kepada pihak UC Hotel. Namun, pengelolaan, tentunya, tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan tim RSA, RSS, dan Satgas Covid UGM," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan
13 dampak buruk terlalu sering nonton TV: kurang gerak, berat badan naik, gangguan tidur, hingga produktivitas menurun. Simak cara bijak menonton TV.