Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Rahmad
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Sleman diklaim berjalan baik. Angka mobilitas warga dan berbagai jenis pelanggaran diklaim semakin menurun.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Kustini mengaku terjun langsung dalam upaya monitoring sekaligus sosialisasi PPKM darurat bersama jajaran Forkopimda. Seperti yang dilakukan di wilayan Kapanewon Depok, Godean dan Kapanewon Mlati, pada Selasa (13/7/2021) malam.
Dari hasil pantauannya, kata Kustini, penerapan PPKM Darurat di wilayah Sleman sudah berjalan optimal. Pemkab terus berkordinasi dengan setiap kapanewon untuk memantau penerapan PPKM Darurat. "Resto-resto dan PKL kami lihat sudah taat menerapkan PPKM Darurat. Mereka mulai membatasi jam operasional hingga jam 20.00 WIB dan tidak makan di tempat," katanya, Rabu (14/7/2021).
BACA JUGA: Rekor Lagi Tiap Hari, Kasus Covid-19 Indonesia Rabu Ini 54.517
Meski begitu, Ia mengakui masih terdapat satu dua pelaku usaha yang masih beroperasi di atas jam 20.00 WIB. Saat melihat pelanggaran itu, Satgas pun menghimbau agar pelaku usaha untuk taat pada aturan PPKM dan langsung menutup usahanya. "Kami mengapresiasi masyarakat yang sudah taat dan sadar untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ini," katanya.
Ia berharap dengan penerapan PPKM Darurat saat ini, Sleman mampu menekan kasus penyebaran Covid-19. Jika masih ditemukan pelanggaran yang sama oleh petugas, kata Kustini, maka akan ada sanksi yang diberlakukan baik bersifat administratif maupun penutupan warung untuk sementara.
"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan PPKM Darurat ini. Selanjutnya, kami serahkan kebijakan dari Pemerintah Pusat jikalau ada perpanjangan waktu PPKM Darurat ini," katanya.
Terpisah, Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan pelanggaran protokol kesehatan dan PPKM Darurat masih saja ditemukan oleh Tim Gabungan saat menggelar operasi. Pada Selasa (13/7/2021) malam, tim melakukan pengawasan ke Kapanewon Prambanan.
Dari pengawasan di lapangan, sejumlah warung makan di Kranggan, Bokoharjo, Prambanan masih belum menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, pemilik warung juga masih melayani makan dan minum melebihi jam 20.00 WIB. Begitu pula dengan Angkringan Mojosari, Bokoharjo yang masih melayani makan dan minum melebihi jam 20.00 WIB
"Tim juga menemukan pelanggaran di sebuah toko klontong yang sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda dan area balapan liar. Sudah kami beri peringatan agar tidak melanggar ketentuan PPKM Darurat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Konflik Saudi-Houthi memanas. Pemerintah diminta memastikan keselamatan jemaah umrah, termasuk menyiapkan penundaan hingga pemulangan darurat.
Viral Bolosego diminta membayar parkir Rp2,5 juta per hari. Dishub Kota Jogja memastikan pungutan tersebut tak berizin.
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.
Presiden FAM Ab Ghani Hassan menargetkan Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya membawa 23 pemain, termasuk tiga nama baru.
Kejagung menyita 11 mobil milik PT PSMI terkait dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung.