22 Pasien Covid-19 di Kulonprogo Meninggal saat Isolasi Mandiri

Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
14 Juli 2021 04:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo menyatakan upaya evakuasi terhadap pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumah sudah dilakukan sebanyak 22 kali.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan 22 upaya penjemputan jenazah pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dilakukan oleh jajarannya tersebar di sejumlah Kapanewon yang ada di Bumi Binangun.

BACA JUGA : Puluhan Pasien Isoman Covid-19 di DIY Meninggal Dalam Sehari

"Rinciannya, Kapanewon Wates satu pasien dan Girimulyo satu pasien, Samigaluh dua pasien, Sentolo dua pasien, Lendah satu pasien, Kokap satu pasien. Kemudian, Temon lima pasien, Kalibawang tiga pasien, Galur tiga pasien, Panjatan tiga pasien," kata Joko pada Selasa (13/6/2021).

Evakuasi pasien positif Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumah juga dibarengi dengan upaya pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 yang berasal dari rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

"Kami [BPBD Kabupaten Kulonprogo] telah melakukan pendampingan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19 sebanyak 62 pemakaman sampai dengan Juni 2021 ini," kata Joko.

"Data terakhir menunjukkan bahwa pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 yang kami lakukan telah mencapai 41 pemakaman per Juli 2021 ini," imbuh Joko.

BACA JUGA : Di Bantul, 15 Pasien Isoman Meninggal. Diperkirakan Terus Bertambah

Upaya pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kulonprogo juga menemui sejumlah kendala. Seperti, banyaknya personel yang turut terpapar Covid-19 dan menipisnya stok alat pelindung diri (APD) bagi petugas.

"Terkait menipisnya ketersediaan APD, kami tengah berupaya untuk mencari bantuan. Kalau sebelum tanggal 28 Juni teman-teman di Palang Merah Indonesia belum banyak yang terpapar, sehingga masih di back up PMI untuk penjemputan," kata Joko.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo mencatat jika angka kasus positif Covid-19 harian di kabupaten Kulonprogo masih di angka rata-rata sebanyak 150 kasus.

Oleh karena itu, upaya testing, tracing, dan treatment terhadap kasus positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo akan lebih digencarkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo.

BACA JUGA : Lapor Covid-19 Sebut 451 Pasien Covid-19 Meninggal saat Isoman, Terbanyak di Jawa Barat

"Mengingat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo masih terbilang tinggi ya. Harapannya masyarakat bisa  menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Kalau tidak dilakukan secara disiplin, takutnya PPKM darurat ini akan diperpanjang," kata Fajar.