Catat! Formasi CPNS dan PPPK Pemkot yang Sepi Peminat

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
15 Juli 2021 09:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2019 di Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, ada jabatan yang ramai dan sepi peminat.

Beberapa jabatan dengan kuota satu formasi dan hanya ada satu pelamar yaitu Pengelolaan Pengairan, Analis Tata Ruang, dan Pranata Pemadam Kebakaran. Sementata jabatan Ahli Pertama (Arsiparis) dan Pelaksana Terampil (Polisi Pamong Praja) dengan kuota satu orang tidak ada yang mendaftar.

BACA JUGA : Daftar Segera! Pemkot Jogja Buka Pendaftaran CPNS

Adapun jabatan yang ramai peminat yaitu Analis Perencanaan dan Pelaporan dengan pendaftar 330 dari 15 kuota. Pelaksana Terampil (Bidan) dengan 275 pendaftar dari 27 kuota dan Pelaksana Terampil (Perawat) dengan 247 pendaftar dari 71 kuota. Sementara Ahli Pertama (Perawat) dengan 204 pendaftar dari 20 kuota dan Ahli Pertama (Guru IPA) dari 189 pendaftar dari 2 kuota.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Jogja, Indah Setiawati, total kuota penerimaan CPNS dan PPPK Pemkot Jogja 2019 sebanyak 419 formasi. Meski formasi tersebut untuk tahun 2019, pelaksanaan perekrutan berlangsung pada 2020. 

Untuk tahun 2021 ini ada peningkatan kuota untuk CPNS dan PPPK menjadi 930 formasi. Jumlah ini lebih sedikit dari yang diajukan Pemkot Jogja kepada pemerintah pusat sebanyak 2.197 formasi. “CPNS sebanyak 546 formasi untuk tenaga kesehatan dan teknis, sementara PPPK sebanyak 384 formasi,” kata Indah saat dihubungi secara daring, Rabu (14/7/2021).

BACA JUGA : Hari Ini, 3.098 Peserta Seleksi CPNS Ikuti SKD Kota Jogja

CPNS dengan 546 formasi terdiri dari kategori umum 535 dan disablitias 11 orang. Untuk PPPK, dari total 384 formasi terdiri untuk 116 formasi bagi tenaga kesehatan dan teknis. Untuk 268 sisanya bagi pelamar guru. Pelamar guru dikhususkan bagi tenaga honorer eks kategori II yang terdaftar di Badan Kepegawaian Negara, guru non ASN yang terdaftar di Dapodik, guru swasta terdaftar Dapodik, dan lulusan PPG.

Sampai tanggal 14 Juli 2021, jumlah pendaftar CPNS yang masuk sebanyak 2.102 orang. Sementara untuk PPPK non guru sebanyak 147 pendaftar. “Tapi sudah banyak yang ngisi formulir tapi belum submit,” kata Indah. “Jika seluruh proses berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, maka diharapkan CPNS atau PPPK ini sudah bisa diangkat pada Januari atau Februari 2022.”

Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian BKPSDM Kota Jogja, Gunawan Adhi Putra mengingatkan agar pelamar benar-benar mencermati detail aturan pendaftaran. Selama ini banyak pelamar yang justru gagal di seleksi administrasi karena tidak cermat saat mengunggah dokumen pendaftaran.

“Dari pengalaman penerimaan CPNS selama ini, banyak pelamar yang gagal di seleksi administrasi karena tidak membaca secara cermat aturan pendaftaran sehingga salah saat mengisi data atau salah saat mengunggah dokumen sehingga dianggap tidak memenuhi syarat,” kata Gunawan.

BACA JUGA : Ini Formasi CPNS dan PPPK 2021 di Sleman untuk Tenaga 

Pelamar yang tidak mengisi data secara benar sesuai ketentuan yang berlaku akan dinyatakan gugur dan tidak dapat diproses ke tahap berikutnya. “Data yang sudah diunggah tidak dapat diubah atau direvisi atau ada susulan berkas,” kata Gunawan.

Proses pendaftaran CPNS dan PPPK dilakukan sepenuhnya secara daring. Sehingga tidak ada penerimaan berkas apapun secara fisik baik berkas baru atau susulan. Selain mencermati aturan pendaftaran, Gunawan mengingatkan pelamar untuk memastikan alamat surat elektronik (e-mail) mereka dalam kondisi aktif. Seluruh pengumuman akan disampaikan melalui e-mail.

“Kami juga menegaskan bahwa seleksi ini tidak dipungut biaya apapun. Jadi, jika nanti ada oknum yang menawarkan mampu meluluskan peserta, maka dipastikan bahwa itu adalah penipuan,” katanya.