Ungkap Pengalaman Sembuh dari Covid-19, Bupati Halim Beri Motivasi Kepada Penyintas

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meninjau dan berbincang dengan penyintas Covid-19 yang dirawat di Selter PKBM Srimulyo pada Rabu (14/7 - 2021). Harian Jogja/ Catur Dwi Janati.
15 Juli 2021 06:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, PIYUNGAN - Tinjauan langsung ke lapangan terhadap fasilitas selter desa dilakukan Pemkab Bantul. Tak hanya kelengkapan fasilitas, kondisi pasien yang tengah dirawat pun juga turut ditinjau.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih melakukan tinjauan ke Selter Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Srimulyo, Piyungan. Dari tinjuannya, Halim menyebut Selter PKBM Srimulyo tergolong mewah. "Ini termasuk selter yang bagus di Kabupaten Bantul, termasuk mewah," ujarnya pada Rabu (14/7) di Selter PKBM Srimulyo.

"Dengan pantauan Puskesmas dan fasilitas yang memadai, diharapkan ini juga akan berpengaruh kepada kecepatan pemulihan Covid-19 yang diderita pasien," imbuhnya.

BACA JUGA : Wisma Kagama dan UC Hotel Resmi Digunakan sebagai Selter Covid-19

Dalam kesempatan tersebut sempat berbincang dengan dua pasien Covid-19 yang dirawat di Selter PKBM Srimulyo. Dari kejauhan Halim menanyakan kondisi terkini para pasien dan memberikan semangat kepada penyintas. Halim juga bercerita pengalamannya selama dulu terpapar Covid-19 dan sempat menjalani isolasi.

"Saya sendiri 14 hari isolasi itu. Ya sesak, kehilangan indera penciuman. Itu kalau kita panik, kita susah itu akan semakin memperparah keadaan. Ya dibuat senang saja, makan yang banyak, olahraga, pokoknya jangan mikir yang aneh-aneh. Optimis pasti sembuh, ikuti arahan Puskesmas," katanya.

Selain memeriksa kondisi fasilitas dan kondisi pasien, kedatangan Halim juga sekaligus meresmikan Selter PKBM secara simbolis. Lurah Srimulyo, Wajiran menerangkan bila Selter PKBM sejatinya telah beroperasi sekitar sebulan yang lalu. "Ada 52 kamar, ada yang satu kamar bisa dua orang. Ada yang satu kamar bisa tiga orang, juga ada yang satu kamar hanya bisa satu orang," terangnya.

BACA JUGA : Covid-19 DIY Mengganas, Gedung Sekolah & Kampus Diusulkan Jadi Selter

Sebanyak 52 kamar pasien Covid-19 terbagi dalam empat bangunan berbeda. Bahkan Wajiran menyebut bakal menambah bangunan lagi untuk keperluan yang sama. "Ini tidak hanya untuk masyarakat Srimulyo. Ada yang dari Sitimulyo ada yang dari luar Piyungan enggak masalah," katanya.

Wajiran berharap gedung PKBM yang mengalami beberapa penyesuaian untuk selter ini bisa membantu pasien-pasien yang membutuhkan ruangan isolasi mandiri. "Harapannya mereka yang sakit bisa segera sembuh. Kita hanya membantu dalam skala kecil saja," ucapnya.