Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul telah mengajukan 240 formasi atau sumber daya manusia dalam rekrutmen CPNS. Meski demikian, tak semua disetujui karena hanya mendapatkan kuota sebanyak 98 formasi.
Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Reni Linawati mengatakan, pendaftaran rekrtumen CPNS sudah dibuka sejak 30 Juni lalu. Rencananya, pendaftaran melalui SSCANS dibuka hingga 21 Juli mendatang. “Masih proses karena pendaftaran belum ditutup,” katanya Rabu (14/7/2021).
BACA JUGA : Kuota CPNS Bantul 213 Formasi, Sebagian Besar Nakes
Menurut Reni, untuk formasi CPNS yang diberikan oleh Pemerintah Pusat tidak sesuai dengan permohonan yang diajukan. Pasalnya, pada saat pendataan, pemkab mengajukan sebanyak 240 formasi, namun realisasinya hanya ada 98 CPNS baru.
“Keputusan kuota sepenuhnya berada di Pemerintah Pusat. Kami di daerah hanya melaksanakan untuk membantu kelancaran dalam proses rekrutmen,” katanya.
Disinggung mengenai formasi yang jarang ada peminatnya, Reni mengakui lowongan dokter spesialis menjadi salah satu formasi yang kekurangan pelamar. Hal ini terlihat dari proses rekrutmen di 2019 lalu sepi peminatnya.
“Tahun ini juga ada lowongan dokter spesialis, tapi sekarang belum diketahui pasti angkanya. Yang jelas, sudah ada yang daftar, tapi belum tentu lolos saat proses seleksi,” katanya.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Ajukan 913 Formasi CPNS dan PPPK
Selain proses rekrutmen CPNS, juga ada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Adapun kuotanya sebanyak 1.258 formasi untuk P3K guru dan non guru sebanyak 55 formasi. “Sama seperti CPNS, untuk pendaftaran juga melalui SSCASN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Musim kemarau picu kematian ikan di Bantul. DKP minta pembudidaya waspada dan jaga kualitas air.
Program MBG di Jogja disorot DPRD DIY karena dinilai belum tepat sasaran dan lemah koordinasi. Evaluasi menyeluruh diminta.