Begini Cara Kerja RS Darurat untuk Pasien Covid-19 di DIY

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawwan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021)-Harian Jogja - Lugas Subarkah
16 Juli 2021 16:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY memastikan keberadaan rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan khusus pasien Covid-19 akan diampu atau disokong oleh rumah sakit terdekat untuk menghemat tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa rumah sakit lapangan yang sudah disiapkan dan ada pengampunya seperti Hotel University Club UGM dan wisma Kagama UGM yang akan diampu oleh Rumah Sakit Akademik UGM.

Demikian Rumah Sakit Medika Respati di Maguwoharjo Sleman akan diampu oleh Rumah Sakit Daerah Prambanan milik Pemkab Sleman. Sementara untuk asrama Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan rumah sususn ASN Badalai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO), serta rumah susun Gemawang sampai saat ini belum ada pengampunya.

“Asrama UNY masih kita jajaki siapa pengampunya. Rusun BBWS mudah mudahan ada kunjungan lapangan banyak ada 68 kamar atau 120 bed belum ketemu pengampunya,” kata Pembajun, Kamis (15/7/2021).

BACA JUGA: Perpanjangan PPKM Darurat Ditentukan Senin Pekan Depan

Menurut Pembajun, keberadaan rumah sakit lapangan harus ada pengampunya agar rumah sakit tersebut terkelola dengan baik. “Harus ada pengampu supaya rumah sakit lapangan benar-benar dikelola baik. Kalau tak ada pengampu melainkan hanya ada dokter sulit,” ujar Pembajun.

Sebab kondisi rumah sakit lapangan memerlukan sarana dan prasarana serta tenaga medis yang memadai, seperti dokter yang harus selalu mengontrol kondisi kesehatan pasien, perawat, radiografer, petugas swab, pengisi data New All Recor (NAR). Pihaknya baru berani mendirikan rumah sakit lapangan ketika ada rumah sakit yang bisa mengampunya.

“Kalau ada pengampunya memobilisasi tenaga kesehatan enggak sulit,” tandas Pembajun. Sama halnya ketika mendirikan tenda darurat di beberapa rumah sakit tujuan awalnya adalah untuk mendekatkan pasien pada pemberi pelayanan dan tidak perlu mencari petugas medisnya karena sudah ada di rumah sakit tersebut.