PPKM Darurat 2 Pekan Belum Tekan Kasus Covid-19, Pemkot Dukung Perpanjangan

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
18 Juli 2021 07:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja mendukung langkah pemerintah pusat yang berencana memperpanjang pelaksanaan PPKM Darurat. Pemkot Jogja menilai PPKM Darurat yang diberlakukan selama dua pekan terakhir ini belum berdampak signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, secara prinsipnya bakal mengikuti aturan pemerintah pusat yang bakal memperpanjang penerapan PPKM Darurat. Dengan demikian Kota Jogja juga bakal memperpanjang aturan itu demi menanggulangi pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Perpanjangan PPKM Darurat Ditentukan Senin Pekan Depan

"Kami pasti akan memberlakukan kembali pelaksanaan PPKM Darurat sebagaimana kebijakan pemerintah pusat," kata dia Sabtu (17/7/2021).

Heroe menambahkan sekarang lebih dua pekan pelaksanaan PPKM Darurat belum berdampak signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19. Sejak awal Juli ini kasus Covid-19 memang melonjak cukup drastis dibanding dengan bulan Juni lalu.

"Bahkan lonjakannya sampai lebih dari 10 kali lipat dari kasus harian di bulan Juni. Dan dalam sempekan terakhir sudah ada tanda penurunan tetapi masih belum signifikan, seperti pada puncaknya seminggu yang lalu," ungkapnya.

Untuk itu pihaknya bakal tetap melakukan penyejatan jalan di sejumlah titik dan hanya membuka empat jalur saja untuk masuk ke Kota Jogja. Pun dengan pemadaman lampu jalan dan taman guna mencegah warga berkerumun akan tetap dilakukan.

 "Juga dengan operasi di perkantoran, pertokoan, serta pembatasan pada acara sosial keagamaan," ujarnya.

Hanya saja, upaya itu tentu belum cukup dan mesti diimbangi dengan pengetatan protokol kesehatan. Aturan 5M mesti terus dilakukan oleh masyarakat guna mencegah penularan Covid-19.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Mobilitas Warga Bantul Baru Turun Segini

"Upaya itu harus terus menjadi mode gerakan melawan varian virus baru ini. Titik lemah virus kan dengan sabun dan akan mati sendiri dalam 14 hari, jika tidak menular," urainya.

Hanya saja Heroe mengakui perpanjangan PPKM Darurat ini tentu berimbas pula secara sosial maupun ekonomi. Namun demikian, dia meminta agar masyarakat sadar bahwa sektor kesehatan mesti menjadi yang utama diperhatikan jika ingin pandemi ini dapat dikendalikan.

"Dengan kesadaran bersama, bahwa pada saat ini kita lebih mengutamakan kesehatan, lebih mengutamakan menyelamatkan keluarga, tetangga, saudara dan teman kita semua, maka taat dengan prokes dalam aturan PPKM Darurat adalah pilihan yang paling baik," katanya.