Anggota Dewan Ikut Jadi Sukarelawan Kubur Jenazah Covid-19 di Jogja

Indaruwanto Eko Cahyono (berdiri, tengah) saat memakai APD membantu pemakaman jenazah Covid-19. - Ist.
18 Juli 2021 08:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia membuat tim sukarelawan kewalahan menangani pemakaman. Melihat kondisi itu salah satu anggota legislatif di Kota Jogja terjun langsung membantu, dengan masuk sebagai Tim Kubur Cepat (TKC) Jenazah Covid-19 di Kota Jogja. Sosok politikus itu adalah Indaruwanto Eko Cahyono yang merupakan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Jogja.

Ndaru menceritakan ia memutuskan bergabung ke Satgas TKC Al Fatah Rejowinangun, Kotagede yang bertugas menguburkan jenazah Covid-19 karena melihat minimnya sukarelawan. Di sisi lain kematian pasien Covid-19 terus merangkak naik.

BACA JUGA : Selama 2 Pekan, Tim Pemakaman Sleman Kuburkan 534 Jenazah Covid-19

Hal itu dilakukan setelah melihat adanya lonjakan kasus yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.  Di sisi lain, ia sudah terbiasa dengan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

“Panggilan hati, karena melihat keterbatasan sukarelawan karena maka saya bergabung, atas dasar kemanusiaan. Saya tidak tega melihat teman-teman kesana kemari di lapangan permintaan pemakaman sangat tinggi. Selain itu sukarelawan banyak juga yang terpapar,” katanya Sabtu (17/7/2021).

Ia berusaha membagi waktu dengan baik antara tanggungjawabnya sebagai anggota legislatif, mengingat saat PPKM Darurat aktivitas parlemen lebih banyak digelar secara daring. Sehingga ia masih bisa menyesuaikan. Dengan ikut secara langsung sekaligus ia bisa melihat kendalanya dan bisa untuk masukan ke eksekutif terkait penanganan Covid-19 terutama pada pemakaman.

BACA JUGA : Desa Diminta Siapkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

“TKC Al Fatah yang kami ikuti ini terdiri dari 25 pemuda memiliki kepedulian yang sama, ikhlas membantu meringankan keluarga terdampak yang kena musibah. Kami membagi dalam beberapa tim sehari rata-rata menguburkan tiga jenazah Covid-19. Untuk APD sudah didukung oleh BPBD Kota Jogja, prinsipnya tim ini di bawah arahan BPBD,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja ini.

Ndaru merasakan selama ikut terjun sebagai sukarelawan memang cukup berat, mengingat rentan terpapar Covid-19 sehingga butuh mental dan fisik yang kuat. Namun ia meyakini hal itu sebagai tugas mulia. Ia selalu menjaga prokes secara ketat Ketika ikut terjun.

Ia berharap pandemi ini segera berakhir dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama ikut menangani dengan cara dan kemampuan masing-masing. Ketika masyarakat tetap sehat dan tidak terpapar, kata dia, sama dengan membantu tugas para sukarelawan.

“Kalau kita belum mampu membantu secara materi, maka bantulah dengan menaati prokes, taatilah prokes, jaga kesehatan,” ujarnya.