Desa Diminta Siapkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Foto ilustrasi: Petugas pemakaman membawa peti jenazah korban COVID-19 untuk dikuburkan di TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
16 Juli 2021 08:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kebutuhan akan adanya tim pemulasaran jenazah Covid-19 kian dibutuhkan akhir-akhir ini. Adanya tim pemulasaran jenazah Covid-19 di tiap-tiap desa dinilai penting untuk bantu tim pemulasaran jenazah di tingkat kabupaten.

Sekda Bantul, Helmi Jamharis akan mendorong tiap-tiap desa atau kalurahan untuk memiliki tim pemulasaran jenazah Covid-19. Karena bila desa tak memiliki tim pemulasaran jenazah, pemakaman akan ditangani tim pemulasaran di desa lain atau pun tim di tingkat kabupaten.

BACA JUGA : Tim Pemakaman Sleman Kubur 98 Jenazah Covid-19 dalam 2 Hari

"Kebijakannya kalau desa itu belum memiliki tim pemulasaran, seumpama ada yang meninggal maka dia diarahkan untuk menggunakan tim dari desa yang ada di satu wilayah kecamatan. Terdekat tapi masih satu wilayah kecamatan," tandasnya pada Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut, Helmi menerangkan bila tim pemulasaran di wilayah lain juga mengalami kesulitan maka proses pemulasaran akan diselesaikan oleh tim Satpol PP atau pun PMI. "Harapannya begitu [satu desa punya satu tim], kita mendorong ke arah itu. Agar gotong royong menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing," katanya.

Dengan adanya tim pemulasaran jenazah Covid-19 di tiap desa, pasien meninggal dunia selama isolman di rumah dapat ditangani dengan cepat. Selain itu bila dibutuhkan, jenazah warga yang meninggal di rumah sakit pun bisa ditangani oleh tim pemulasaran tingkat desa. "Penanganannya oleh rumah sakit, pelaksanaan pemakamannya oleh FPRB [relawan desa] setempat," ucapnya.

BACA JUGA : Di Bantul, 15 Pasien Isoman Meninggal. Diperkirakan Terus Bertambah

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul, Waljito mencatat saat ini baru 27 desa yang memiliki tim tangguh rukti jenazah Covid-19. Padahal jumlah desa di Bantul ada sebanyak dari 75 desa.

"Banyak masyarakat yang melakukan isolman kemudian meninggal di rumah. Rumah sakit sudah penuh sehingga perlu adanya keahlihan masyarakat berbasis relawan yang nanti bisa menangani prokes rukti jenazah Covid-19," ujarnya.