Lalu Lintas ke Malioboro Mulai Dibuka Sebagian

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
23 Juli 2021 21:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah memutuskan untuk membuka sebagian lalu lintas ke kawasan Malioboro sejak Rabu (21/7/2021) lalu. Pembukaan ini disebut sebagai salah satu upaya dalam memudahkan mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan, seiring dengan berganti bergantinya kebijakan PPKM Darurat orang PPKM level 4 pihaknya perlahan-lahan membuka sejumlah titik penyekatan. Hal ini juga sesuai dengan rekomendasi Gubernur.

"Belum secara penuh, hanya dari pukul 06.00-17.00 dan dibuka hanya untuk pelintasan saja bukan untuk wisata," ujarnya.

Baca juga: Terus Bertambah, 97 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 Dalam 24 Jam

Dia memastikan bahwa penyekatan di sejumlah titik di Kota Jogja masih berlaku yakni pada kawasan Jalan Solo lalu kawasan Jetis dan Wirobrajan. Pihaknya juga bekerja sama dengan (Pemkab) Bantul, dari Ringroad (selatan) ditutup di jalan Imogiri Barat maupun jalan Parangtritis.

Skema penutupan ruas jalan selama 24 jam juga masih berlaku. Mulai dari barat simpang empat Wirobrajan, simpang empat Pingit dari arah utara, kawasan Jetis dari arah utara. Lalu jalan Margo Utomo selatan Tugu Pal Putih.

"Ada yang 24 jam dan hampir semua titik sudah kita lakukan 24 jam. Ada SGM dari arah timur, lalu Rejowinangun, simpang Mirota Kampus, Jokteng (pojok Beteng Vredeburg) kulon, jalan Tamansiswa. Jadi sudah 10 ruas jalan dari 14 jalan yang menjadi pintu masuk kota Jogja," ujarnya.

Baca juga: Muncul Seruan Demo 'Jokowi End Game', Ini Respons Polri

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pembukaan sebagian lalu lintas menuju Malioboro itu merupakan bentuk kepercayaan pemerintah atas optimalnya penerapan PPKM Darurat beberapa waktu lalu di wilayah itu.

"Yang dibuka itu yang dari arah Kridosono sedikit, Kleringan di sebelah timur Babon Aniem, kemudian dari Mangkubumi yang ke arah Malioboro," katanya,

Pihaknya juga telah bersiap jika pembukaan kawasan lalu lintas itu nantinya bakal menyebabkan kerumunan warga. Petugas Jogoboro disebut Ekwanto akan aktif mengingatkan warga agar tidak berkerumun. "Kami belum tahu apakah pembukaan ini juga memperbolehkan wisatawan masuk. Tapi sepertinya aturannya masih sama sampai tanggal 25 Juli nanti," ungkapnya.

Dia menambahkan, toko yang tidak masuk dalam sektor esensial dan kritikal juga masih tutup di Malioboro sampai dengan tanggal 25 Juli nanti. "Yang PKL kuliner sebenarnya boleh buka sampai jam 20.00 Wib dan take away," ujarnya.