Terus Bertambah, 97 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 Dalam 24 Jam

Ilustrasi - Antara/Yulius Satria Wijaya
23 Juli 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyampaikan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per Jumat, 23 Juli 2021 sebanyak 1.431 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  101.005 kasus. Kasus kematian pada hari yang sama juga cukup tinggi, yakni mencapai 97 orang. Angka kematian ini merupakan rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda DIY pada Maret 2020 lalu.

Sebelumnya atau pada 22 Juli 2021 angka kematian dalam sehari sebanyak 88 orang. Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan penambahan kasus terkonfirmasi positif terbanyak dari Bantul (582 kasus), kemudian disusul Sleman (413), Kulonprogo (228), Jogja (166), dan Gunungkidul (42).

Tambahan kasus terkonfirmasi ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 7.820 sampel dari orang yang diperiska sebanyak 7.819 orang. Sementara total sampel diperiksa sebanyak  514.088 sampel dan total orang diperiksa 487.182 orang.

“Berdasarkan riwayat, tambahan kasus positif terbanyak dari hasil tracing kontak kasus positif sebanyak 1.151 kasus, kemudian periksa mandiri 285 kasus, skrining karyawan kesehatan lima kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 17 kasus,” kata Ditya, Jumat (23/7/2021).

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus kematian sebanyak 97 orang, “Sehingga total kasus meninggal menjadi  2.780 kasus,” kat Ditya. Tambahan kasus meninggal karena Covid-19 terbanyak dari Sleman 31 kasus, kemudian Bantul (24), Jogja (20), Gunungkidul (12), Kulonprogo (10).

Sementara penambahan pasien sembuh sebanyak 976 kasus, sehingga total sembuh menjadi 67.961 kasus. Tambahan kasus sembuh dari Jogja 268 kasus, Bantul (104), Kulonprogo (75), Gunungkidul (214), dan Slean (315).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih belum bisa menjelaskan terkait tingginya kasus meninggal dunia karena Covid-19, “Maaf belum bisa menyampaikan,” ujar Berty.