Bandel, Belasan Kafe di Bantul Disegel Petugas

Foto Ilustrasi, Petugas Satpol PP Sleman menyita sejumlah minuman keras dari sebuah kafe. - Istimewa
25 Juli 2021 12:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogj.com, BANTUL - Sebanyak 12 kafe atau rumah makan di Bantul terpaksa disegel oleh Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 Bantul. Hal ini menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh tempat usaha tersebut selama pelaksanaan PPKM darurat dan PPKM level IV.

“Untuk total pelanggaran dari awal pelaksanaan PPKM darurat hingga pelaksanaan PPKM level IV tertanggal 24 Juli, sudah ada 261 pelanggaran. Jumlah itu termasuk 129 pelanggaran untuk kafe atau rumah makan, serta penutupan atau penyegelan terhadap 12 kafe dan rumah makan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Bantul Yulius Suharta, Minggu (25/7/2021).

BACA JUGA : Ngeyel, Sejumlah Kafe di Sorowajan Baru Ditutup Paksa

Menurut Yulius, dua belas kafe dan rumah makan tersebut terpaksa disegel karena telah membandel dan melakukan pelanggaran berulang-ulang.

“Untuk penutupan atau penyegelan. Bisa 1 - 3 x 24 jam. Disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya,” lanjut Yulius.

Selain pelanggaran di kafe dan rumah makan, Yulius menyatakan pihaknya juga menemukan pelanggaran di pasar tradisional 6 kasus. Lalu, pertokoan 18 kasus, dan satu penyegelan.

Gakkum juga mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang kaki lima (PKL) 44 kasus dan 3 penyegelan. Tempat ibadah ada 6 kasus, kegiatan seni 1 kasus, area publik ada 12 kasus dan 2 penyegelan atau penutupan, olahraga 3 kasus dan dua penutupan, hajatan 4 kasus dan 3 penutupan dan objek wisata dengan lima kasus dan 10 penutupan.

BACA JUGA : Duh, Masih Banyak Kafe dan Warung Makan di Sleman..

Yulius berharap, ditengah tingginya kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari semua pihak bisa ambil peran dan peduli, untuk bersama-sama berupaya menanggulangi pandemi. Sementara terkait dengan kemungkinan perpanjangan PPKM level IV, sampai saat ini tim Gakkum masih menunggu perkembangan dan informasi lebih lanjut.

“Terkait hal itu, kami masih menunggu. Sampai saat ini belum ada kejelasan apakah, akan diperpanjang,” ucap Yulius.