UMY Latih Warga Kalangan, Baturetno, Olah Sampah Mandiri

Pelatihan pengolahan sampah mandiri di Dusun Kalangan RT 15, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Selasa (27/7/2021). - Istimewa
27 Juli 2021 23:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sidik Jatmika dan Muhammad Zahrul Anam, dosen Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Pengabdian Pada Masyarakat (Abdimas) dengan kegiatan bertema Peningkatan Kapasitas Komunitas dalam Pengelolaan Sampah Mandiri Warga Kalangan.

Abdimas digelar di Dusun Kalangan RT 15, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Selasa (27/7/2021). Kegiatan ini melibatkan dua dosen, seorang mahasiswa UMY dan diikuti 10 peserta.

Kami berupaya meningkatkan kapasitas komunitas dalam pengelolaan sampah mandiri, khususnya membuat kompos. Pada dasarnya kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang dihasilkan dari sampah sisa makanan atau sampah dapur,” kata Sidik Jatmika dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa.

Dijelaskan Sidik, selama ini masyarakat enggak membuat kompos. Namun demi lingkungan dan demi mengurangi sampah yang terus menumpuk, sampah organik yang dihasilkan rumah tangga harus dipisahkan dengan sampah lain sebelum diambil petugas sampah.

Daur ulang sampah pribadi merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, daur ulang sangat penting terutama dalam membantu pemerintah untuk mengurangi beban sampah,” kata Sidik Jatmika.
Pada pelatihan ini, tim dosen UMY tak hanya menyampaikan masalah tehnis pengolahan sampah secara mandiri, tetapi juga landasan etik mengenai aksi pengeloaan sampah rumah tangga secara mandiri sebagai bagian dari ibadah menjaga pelestarian alam.

Penyampaian landasan etik ini penting dilakukan karena masyarakat yang relijius dalam bertindak sangat ditentukan oleh keyakinan keagamaannya, atau istilah lainnya, kita tak hanya membangun raga tetapi juga membangun jiwa,” kata Muhammad Zahrul Anam.