Pembangunan Pasar Unggas Bambanglipuro Tunggu Izin Bupati

Aktivitas pedagang unggas Pasar Unggas Sidomulyo pada Minggu (25/7/2021). - Ist.
29 Juli 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BAMBANGLIPURO - Pembangunan Pasar Unggas Sidomulyo telah disetujui Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Pelaksanaan pembangunan tinggal menunggu izin Bupati Bantul.

Lurah Sidomulyo, Edi Murjito menjelaskan pada Aanggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBK) murni Sidomuluo mulanya bakal dipakai untuk pembangunan pertashop semacam stasiun pengisian bahan bakar mini yanh dikelola desa. Namun Edi pada Rabu (28/7/2021) menyampaikan anggaran itu selanjutnya dialihkan untuk pembangunan Pasar Unggas karena pembangunan pertaship yang menemui beberapa kendala.

BACA JUGA : Pedagang Unggas Pasar Turi Terpaksa Direlokasi

 "Sementara masih terkendala izin tanahnya. Karena di areal ini kan area zona hijau, agak ribet agak sulit. Karena hijau kita harus mencari lahan lagi," ungkapnya.

Kendala yang dialami dalam mewujudkan  betdirinya pertashop desa membuat dana desa dialihkan kepada pembangunan Pasar Unggas. "Maka yang tahun ini kita geser atau kita pindahkan ke rencana pembangunan Pasar Unggas," katanya.

"Kebetulan Pasar Unggas kemarin kan menempati di pasar tradisional milik kabupaten [Pasar Turi]. Supaya kedepannya nanti pasar tradisional itu ramah lingkungan, kemudian juga sehat maka harus dipisahkan antara hewan dengan pedagang sembako dan sayur," ujarnya.

Diterangkan Edi, sebelumnya dalam pembahasan Bamuskal telah menyetujui pengalihan anggaran pertashop untuk pembangunan Pasar Unggas. "Kemarin pendamping desa, karena ini dana desa, kalau bisa ada surat rekomendasi atau izin dari Bupati Bantul kalau ini [dana desa] akan digeser. Nominalnya Rp350 juta," ucapnya.

BACA JUGA : Di Gunungkidul, Masuk Pasar Hewan Wajib Bawa Surat

Sebelumnya dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta bahwa puluhan pedagang unggas dipindahkan ke bangunan bekas SD Turi yang telah disediakan untuk pedagang unggas. Relokasi pedagang unggas ke lokasi baru tersebut bersifat permanen. "Dulu kan disediakan, tapi tidak dipakai pedagang unggas," katanya.

"Intinya biar menjadi pasar yang sehat. Tidak terkontaminasi oleh bau ternak sama kotoran itu," tegasnya