Pedagang Unggas Pasar Turi Terpaksa Direlokasi, Ini Alasannya

Aktivitas pedagang unggas di lokasi baru bekas SD Turi. Sebelumnya puluhan pedagang unggas berjualan di area Pasar Turi, Bambanglipuro, Bantul. - Ist.
11 Juni 2021 08:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BAMBANGLIPURO - Pedagang unggas di Pasar Turi, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul terpaksa direlokasi. Aktivitasnya yang bersanding dengan kegiatan pasar rakyat menjadi dasar penataan dan pemindahan pedagang unggas dilakukan.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan pemindahan dilakukan pekan lalu, tepatnya Senin (31/5/2021). "Jadi yang selama ini pedagang unggas jadi satu dengan pedagang sayur pada satu area sama di Pasar Turi dipindah tempat yang disiapkan," ujarnya Kamis (10/6/2021).

Puluhan pedagang unggas dipindahkan ke bangunan bekas SD Turi yang telah disediakan untuk pedagang unggas. "Jadi 300 meter dari Pasar Turi, sebelah utaranya," katanya.

BACA JUGA : Alhamdulillah, Lebaran Ini Pedagang Daging Ayam Banjir

"Intinya biar menjadi pasar yang sehat. Tidak terkontaminasi oleh bau ternak sama kotoran itu," ucapnya.

Ditegaskan Sukrisna, relokasi pedagang unggas ke lokasi yang baru bersifat permanen. "Dulu kan disediakan, tapi tidak dipakai pedagang unggas," imbuhnya.

"Dulu tempat yang dipakai sekarang ini, itu tuh sebenarnya disediakan untuk pedagang unggas. Itu disediakan untuk pedagang unggas, tetapi mereka banyak yang mendekat ke pasarnya," tandasnya.

Menurut Sukrisna, alasan para pedagang unggas tetap nekat berjualan di Pasar Turi karena orang berbelanja sayur mayur sambil melihat-lihat unggas. "Ya alasannya karena pendekatan ke konsumen istilahnya lebih laku di Pasar Turi," katanya.

"Tapi saya meyakini kalau ini pedagang unggasnya semua pindah di situ, lama-lama saya yakin nanti orang yang akan beli unggas juga akan ke sana. Kita meyakini seperti itu," tegasnya.

BACA JUGA : Harga Naik, Pembelian Daging Ayam di Bantul Turun

Bila nantin pasca tindakan penataan dan pemindahan, masih ditemukan pedagang unggas yang nekat kembali berjualan di Pasar Turi, Sukrisna akan mendorong oknum tersebut untuk kembali ke lokasi yang disediakan. "Kita kemarin [pemindahan] kerja sama dengan Satpol PP, Linmas yang ada di desa dan Kapanewon Bambanglipuro," katanya.

Lurah Sidomulyo, Edi Murjito menyampaikan pasca pemindahan lebih dari sepekan aktivitas jual beli unggas di lokasi baru tetap ramai. Hanya saja lokasi baru perlu banyak pembenahan agar nyaman digunakan paea pedagang unggas berjualan

Saat ini bangunan SD sudah dirobohkan, hanya berupa tanah kosong dengan hanya satu bangunan untuk los. Menurut Edi, minimal harus dibangun delapan los untuk layak dijadikan tempat jual beli unggas. "Kalau bisa jadi bangunan permanen. Sekarang masih panas, bangunannya masih minim. Kalau sumber air sama toilet ada tapi masih sangat sederhana," ujarnya.

BACA JUGA : Ratusan Pedagang Unggas dan Klithikan Pasar Godean

Rencana pemerintah Kalurahan Sidomulyo akan segera mendukung pemenuhan infrastruktur lokasi pedagang unggas. Ditegaskan Edi, pada intinya pedagang unggas telah siap untuk selamanya kedepan menetap di lokasi yang baru. Hanya saja perlu dukungan sarana prasarana yang layak.

"Makanya kita support pakai dana desa, segera disikapi untuk membangun itu. Pakai dana desa kan nanti bisa dikelola oleh BUMDES, karena nanti bisa meningkatkan pendapatan desa," terangnya.