Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Foto ilustrasi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penataan kawasan Terban memasuki tahap lanjutan setelah puluhan penjahit yang sebelumnya beraktivitas di sepanjang Jl. dr. Sardjito resmi menempati bangunan baru di Pasar Terban sejak awal Januari 2026. Relokasi tersebut membuka jalan bagi pengembalian fungsi trotoar yang selama ini digunakan untuk kegiatan berdagang.
Kelurahan Terban menjadwalkan pembongkaran lapak semi permanen milik penjahit pada rentang 20–24 Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penertiban ruang publik sekaligus penataan kawasan perkotaan di wilayah Gondokusuman.
Lurah Terban, Sigit Kusuma, menjelaskan pembongkaran dilakukan terhadap bangunan lapak yang telah lama berdiri di kawasan tersebut. Menurutnya, target penertiban ditetapkan agar seluruh area bisa dibersihkan sesuai jadwal.
“Target kami semua bersih [pada kurun waktu tersebut],” katanya, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebutkan terdapat 76 lapak penjahit yang akan dibongkar. Seluruh lapak tersebut mayoritas berbahan triplek sehingga proses pembongkaran dinilai relatif mudah. Untuk mempercepat pekerjaan, Kelurahan Terban akan mengerahkan alat berat.
Selain di Jl. dr. Sardjito, penertiban juga dilakukan terhadap lapak pedagang kaki lima di kawasan Jl. Kahar Muzakir dan Cik Di Tiro. Di dua ruas jalan tersebut, sebelumnya terdapat pedagang yang menjual buku hingga aneka kuliner.
Berdasarkan pendataan kelurahan, total pedagang yang menempati puluhan lapak di kawasan Terban mencapai sekitar 200 orang. Seluruh pedagang tersebut telah dipindahkan ke bangunan baru Pasar Terban sejak awal Januari 2026.
Sigit menambahkan, setelah pembongkaran rampung, pemerintah kelurahan akan mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya, yakni untuk pejalan kaki. Ia berharap tidak ada lagi pedagang kaki lima yang kembali berjualan di area tersebut.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pinang Perak, Markoni, mengaku para penjahit mulai menempati lapak baru di Pasar Terban sejak pertengahan Januari 2026. Ia menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan relokasi yang ditetapkan pemerintah, meskipun mengakui sebelumnya telah melanggar aturan dengan memanfaatkan trotoar untuk berdagang.
Ia berharap aktivitas perdagangan di Pasar Terban ke depan dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif terhadap penjualan para penjahit.
“Harapan kami sebenarnya tidak mau pindah, tapi karena diminta pindah ya mau bagaimana lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.