Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Polisi masih terus menyelidiki dugaan pembunuhan korban berinisial SYP, anak laki-laki 15 tahun, yang terjadi di rumahnya sendiri, di Tirtomartani, Kalasan, pada Rabu (28/7/2021) petang. Polisi belum dapat menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan keji ini.
Kapolsek Kalasan, Kompol Sumantri, menjelaskan polisi telah memeriksa setidaknya delapan saksi terkait kejadian ini. “Dari delapan saksi yang kami periksa, belum satu pun yang mengarah kepada pelaku pembunuhan sadis itu,” ujarnya, Jumat (30/7/2021).
Ia menuturkan dari keterangan delapan saksi tersebut, tidak ada yang mengaku melihat atau mendengar secara langsung kejadian itu. Maka polisi pun menduga saat membunuh korban, pelaku menutup pintu rumah korban sehingga tidak dapat diketahui oleh siapapun saat kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan tidak ada barang berharga dari rumah korban yang hilang atau diambil pelaku. “Untuk barang bukti, hanya baju yang dikenakan korban saja,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kematian Pasien Covid-19 di Jogja Masih Tinggi, Hari Ini 93 Orang Meninggal Dalam 24 Jam
Seperti diberitakan sebelumnya, SYP ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan badan penuh luka sayatan di tangan dan sekitarnya. Korban ditemukan ibunya saat pulang ke rumah pukul 20.00 WIB, dimana sebelumnya korban berada di rumah sendirian.
Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diotopsi. Korban lalu dimakamkan pada Kamis (29/7/2021) sore. SYP yang dikenal baik di lingkungan ini hanya tinggal berdua dengan ibunya di rumah.
Saat kejadian, para tetangga tidak mendengar atau melihat apapun yang mencurigakan dari rumah korban. Bahkan disebutkan tetangga terdekatnya tidak mendengar teriakan atau keributan dari arah rumah korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Dompet Dhuafa meraih penghargaan Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada JBBA 2026 berkat pengelolaan dana ziswaf yang modern dan transparan.
Seorang pemuda di Sragen hilang terseret arus saat berendam di Bengawan Solo. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu malam.
PBNU menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU karya alumni Ponpes Langitan. Logo tersebut mengandung filosofi harmoni Syuriah dan Tanfidziyah.
PWI Pusat mendesak Hotman Paris meminta maaf usai pernyataannya dinilai merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Kemendikdasmen memperkuat budaya sekolah aman, nyaman, dan inklusif melalui sejumlah program untuk mencegah kekerasan dan perundungan.