Balai Diklat PU Kotagede Jadi Tempat Isoter Pasien Covid-19 Bergejala

Situasi di luar Balai Diklat PU Kotagede, Yogyakarta Jumat (30/07/2021). - Harian Jogja/Alfi Dhamayanti
31 Juli 2021 13:27 WIB Alfi Dhamayanti/M134 Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Banyaknya penderita Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat yang akhirnya tak tertangani karena penuhnya fasilitas kesehatan, mendorong pemerintah untuk mencari jalan keluar dengan menyiapkan fasilitas Isolasi Terpadu (Isoter).

Fasilitas Isoter kementerian PUPR memanfaatkan bangunan balai pelatihan atau rusun-rusun baru PU yang belum terhuni. Salah satunya adalah fasilitas Isoter di Balai Diklat PU Kotagede Yogyakarta. Fasilitas Isoter ini memiliki kapasitas 108 tempat tidur untuk perawatan warga yang terinfeksi Covid-19.

"Fasilitas Isoter di sini bukan hanya untuk keluarga PU, tapi juga untuk masyarakat umum," kata salah satu staf pengamanan Balai Diklat PU Kotagede, Heidy. Jumat (30/7/2021).

Bekerja sama dengan RS Bhayangkara Polda DIY, fasilitas isoter ini juga memiliki pantauan kesehatan dari tenaga kesehatan selama 24 jam dan fasilitas pendukung oksigen bagi pasien Covid-19 yang membutuhkan.

"layanan tempat isoter ini gratis dan nyaman, jadi ya semoga tidak ada lagi pasien bergejala sedang yang terpaksa melakukan Isolasi Mandiri," kata Heidy.

Baca juga: HARIAN JOGJA HARI INI: Separuh Kapasitas RS untuk Pasien Covid

Saat ini, fasilitas Isoter Badiklat PU Kotagede baru menampung 9 orang pasien dari 108 tempat tidur yang dimiliki. Isoter dilengkapi dengan ruang observasi gawat darurat sehingga dapat menangani pasien yang keadaannya memburuk saat menjalani isolasi.

Selain di Isoter Badiklat PU Kotagede, kerja sama dengan RS Bhayangkara Polda DIY juga dilakukan di Isoter Rusun Polairud DIY di Bantul. Menurut Heidy, kementerian PUPR juga menggandeng beberapa pihak lain untuk pengelolaan isoter di rusun-rusun lain seperti di rusun PU Maguwoharjo yang bekerja sama dengan RS DKT Korem 072 Pamungkas.

Heidy menyebutkan, tak hanya di DIY, kementerian PUPR juga menfasilitasi Isolasi Terpadu di kota-kota lain di seluruh Indonesia.

"Harapannya semoga dengan adanya isoter-isoter ini, pasien dapat tertangani dengan baik dan penyebaran penyakit dapat dikendalikan," ungkap Heidy.