Bed Kritikal di Sleman Sudah Naik 400%

Foto ilustrasi. - Antarafoto
31 Juli 2021 10:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penambahan tempat tidur (TT) untuk pasien Covid-19 di Sleman sudah melonjak tajam. Bahkan jumlah bed kritikal di Sleman bertambah 400% dari sebelum Juni 56 bed kritikal saat ini disediakan 224 bed kritikal.

Adapun bed non kritikal dari 435 bed saat ini tersedia sebanyak 895 bed atau bertambah hampir 100%. "Kalau tambahan bed lagi, kami masih berusaha menambah bed di RS Darurat Respati. Di sana sudah ada 100 bed meskipun saat ini yang dioperasikan 50 bed. Sebab ini tergantung dari kesiapan SDM dan oksigen yang saat ini dalam proses," kata Sekda Sleman Hardo Kiswoyo, Jumat (30/7/2021).

Pemkab, kata Hardo, masih mendiskusikan rencana penambahan bed ICU di RSUD Sleman. Pemkab masih mereka-reka anggarannya. Selain itu, katanya, RSA UGM juga akan menjadikan Asrama Mahasiswa UGM di Karanggayam. Peralatan, dokter dan peralatan medisnya sudah disiapkan.

Baca juga: PKL Malioboro Sebut Pemasangan Bendera Putih di Malioboro Bukan Keinginan PKL

"Intinya, itu perluasan perawatan dari RSA UGM. Ada 194 bed di sana. Pasien Covid-19 bergejala sedang-ringan dirawat di sana. Sementara yang bergejala berat dirawat di RSA UGM. Jadi, Pemkab terus berupaya untuk menambah pelayanan bagi pasien Covid-19," kata Hardo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan saat ini, BOR di Sleman untuk kritikal sekitar 85,71% untuk kritikal dan 88,04% untuk non kritikal. Penambahan bed untuk pasien Covid-19 di Sleman dinilai sudah tergolong tinggi. Jumlah bed kritikal di Sleman bertambah 400% dari sebelum Juni hanya 56 bed kritikal saat ini terdapat 224 bed kritikal.

"Jadi jumlah ketersediaan bed non kritikal saat ini naik hampir 100 persen. Hampir dua kali lipat. Dari sebelum Juni hanya 435 bed saat ini tersedia sebanyak 895 bed. Untuk penambahan lagi belum khususnya di RS Darurat masih menunggu kelengkapan fasilitas dan SDM," katanya.